IMUNISASI yang saya maksud disini adalah imunisasi dengan cara VAKSINASI

Imunisasi
foto: kompas.com

Dalam dua hari ini saya berdiskusi disebuah mailing list, namanya milis sehat yang dimoderatori oleh beberapa DSA (Dokter Spesialis Anak). Karakter milis ini adalah lebih cenderung tanya jawab antara pasien dengan dokternya, dibanding milis lain yang kebanyakan anggota milisnya berkedudukan setara. Arus informasi tidak searah.

Posting saya yang berjudul “Betulkah Imunisasi Tidak Perlu?” ditanggapi dengan baik oleh semua anggota milis tetapi dengan posisi yang sama. Tidak ada satu orangpun yang sependapat dengan saya bahwa Imunisasi bukanlah sesuatu yang harus. Seperti yang sudah saya bayangkan sebelum membuka diskusi, dalam diskusi ini saya sendirian dengan pendapat bahwa Imunisasi tidak perlu buat balita. Kondisi ini terbentuk karena karakter milis yang saya sampaikan diatas.

Bahkan mungkin banyak yang menganggap saya bodoh dengan tidak mengimunisasi anak saya. It’s fine, pasti dia punya dasar pijakan berfikir yang saya tidak miliki. Kalau referensi ilmu saya sama dengan dia tentu saya akan berfikir seperti dia. Begitu juga sebaliknya, jika pengetahuan yang saya miliki ada didalam kepalanya, belum tentu dia akan berfikir seperti itu.

Ya, dengan keterbatasan ilmu kesehatan/kedokteran tentu saya tidak bisa memahami dengan baik manfaat imunisasi seperti yang didukung oleh semua smart parents dimilis tersebut. Karena keterbatasan ilmu itu pula saya melakukan imunisasi terhadap dua orang balita saya dengan lengkap (kecuali polio). Imunisasi polio terlalu beresiko menurut saya.

Hal kontroversial lain yang sering dibahas dimilis ini tetapi diterima dengan baik oleh anggota milis adalah penggunaan anti biotik dalam resep obat oleh kebanyakan dokter. Ketika hal ini saya lontarkan ke seorang dokter maka tanggapannya sama dengan tidak mengimunisasi balita. Dokter menjawab saya lebih tahu.

Tetapi kenapa diterima baik oleh milis ini, karena arus informasinya tidak frontal tetapi sesuai arus, datang dari dokter yang diikuti oleh anggota milis lain. Jika issue tidak perlu imuniasi ini dibawa oleh dokter tentu kondisi diskusi akan jauh berbeda.

Yang mau bergabung dimilis ini silakan kirim email ke
sehat-subscribe@yahoogroups.com

Yang sependapat dengan saya:
1. http://gugundesign.wordpress.com/2007/08/07/imunisasi-siapa-tidak-takut/
2. http://forum.brawijaya.ac.id/index.php?action=vthread&forum=6&topic=138

Soal halal atau haramnya, kunjungi website ini:

http://imunisasihalal.wordpress.com/

Yang tidak sependapat dengan saya:
1. Cari sendiri
2. Cari sendiri
3. Silakan ikuti yang nomor 1 & 2 :) )

Update 21 Nov 2009:

Bahaya MERCURY yang terdapat didalam vaksin yang disuntikkan kedalam tubuh bayi anda.

PEMBUNUH NEURON (SEL OTAK) TERGANAS.

YANG MEMBUAT ANAK ANDA JADI AUTIS DAN ADD.

Update 15 Des 2009:

Berikut ini informasi resmi dari WHO.

“In the absence of immunity induced by vaccination, human beings appear to be universally susceptible to infection with the smallpox virus.”

“Dengan tidak adanya kekebalan yang disebabkan oleh vaksinasi, tampaknya manusia secara universal rentan terhadap infeksi dengan virus cacar.”

Share This Post