Link Worth

Perlukah Anak Di Imunisasi? (Bahaya Imunisasi)

Written on 28 March 2008 – 7:56 pm | by Yanurmal |

Dalam dua hari ini saya berdiskusi disebuah mailing list, namanya milis sehat yang dimoderatori oleh beberapa DSA (Dokter Spesialis Anak). Karakter milis ini adalah lebih cenderung tanya jawab antara pasien dengan dokternya, dibanding milis lain yang kebanyakan anggota milisnya berkedudukan setara. Arus informasi tidak searah.

Posting saya yang berjudul “Betulkah Imunisasi Tidak Perlu?” ditanggapi dengan baik oleh semua anggota milis tetapi dengan posisi yang sama. Tidak ada satu orangpun yang sependapat dengan saya bahwa Imunisasi bukanlah sesuatu yang harus. Seperti yang sudah saya bayangkan sebelum membuka diskusi, dalam diskusi ini saya sendirian dengan pendapat bahwa Imunisasi tidak perlu buat balita. Kondisi ini terbentuk karena karakter milis yang saya sampaikan diatas.

Bahkan mungkin banyak yang menganggap saya bodoh dengan tidak mengimunisasi anak saya. It’s fine, pasti dia punya dasar pijakan berfikir yang saya tidak miliki. Kalau referensi ilmu saya sama dengan dia tentu saya akan berfikir seperti dia. Begitu juga sebaliknya, jika pengetahuan yang saya miliki ada didalam kepalanya, belum tentu dia akan berfikir seperti itu.

Ya, dengan keterbatasan ilmu kesehatan/kedokteran tentu saya tidak bisa memahami dengan baik manfaat imunisasi seperti yang didukung oleh semua smart parents dimilis tersebut. Karena keterbatasan ilmu itu pula saya melakukan imunisasi terhadap dua orang balita saya dengan lengkap (kecuali polio). Imunisasi polio terlalu beresiko menurut saya.

Hal kontroversial lain yang sering dibahas dimilis ini tetapi diterima dengan baik oleh anggota milis adalah penggunaan anti biotik dalam resep obat oleh kebanyakan dokter. Ketika hal ini saya lontarkan ke seorang dokter maka tanggapannya sama dengan tidak mengimunisasi balita. Dokter menjawab saya lebih tahu.

Tetapi kenapa diterima baik oleh milis ini, karena arus informasinya tidak frontal tetapi sesuai arus, datang dari dokter yang diikuti oleh anggota milis lain. Jika issue tidak perlu imuniasi ini dibawa oleh dokter tentu kondisi diskusi akan jauh berbeda.

Yang mau bergabung dimilis ini silakan kirim email ke
sehat-subscribe@yahoogroups.com

Yang sependapat dengan saya:
1. http://gugundesign.wordpress.com/2007/08/07/imunisasi-siapa-tidak-takut/
2. http://forum.brawijaya.ac.id/index.php?action=vthread&forum=6&topic=138

Yang tidak sependapat dengan saya:
1. Cari sendiri
2. Cari sendiri
3. Silakan ikuti yang nomor 1 & 2

Popularity: 56%

Share This Post

Related Posts

  1. 3 Responses to “Perlukah Anak Di Imunisasi? (Bahaya Imunisasi)”

  2. By alkalinesky on Jul 22, 2008 | Reply

    4thumbsup! saya juga anti vaksinasi. kalo brsedia, bisa check ke situs2 spt: http://www.poisonevercure.150m.com, http://www.educate-yourself.org, http://www.mercola.com, http://www.nmaseminars.com, http://www.whale.to, dll plethora reviews…

  3. By bambangedi on Jul 28, 2008 | Reply

    Angka kejadian beberapa penyakit infeksi sangat menurun setelah dikembangkan program imunisasi. Demikian pula angka kematiannya. Ini adalah manfat riil imunisasi dipandang dari ikhtiar manusiawi. Dalam agama Islam ada anjuran ikhtiar lain : tidak masuk ke area yang sedang terkena wabah.

    Bila anak terpapar kuman (infeksi) memang akan menimbulkan reaksi imun, tetapi menunggu infeksi adalah sikap yang sangat riskan, karena penyakit yang timbul akibat infeksi bisa bervariasi dari ringan sampai berat bahkan dapat disertai komplikasi. Imunisasi bertujuan untuk menumbuhkan reaksi imun secara buatan agar terjadi imunitas yang kuat tapi tanpa didahului timbulnya penyakit.

    Bagi saya, imunisasi adalah hak anak dan kewajiban orang tua. Manfaatnya terbukti, madharatnya kebanyakan hanyalah issue.

  4. By Yanurmal on Jul 29, 2008 | Reply

    Thanks atas comment-nya Pak Bambang.

    Memang setiap orang mempunyai landasan pemikiran yang berbeda. Dan sangat dipengaruhi oleh latar belakang dan pengalamannya.

    Kalau ditinjau dari aspek agama Islam, imunisasi bisa dibolehkan dan juga bisa diHARAMkan. Apakah ada yang menjamin bahwa zat/vaksin yang dimasukkan kedalam tubuh itu adalah HALAL. Tanggung jawabnya didepan ALLAH yang juga harus dipikirkan.

    Soal imunitas sangat tergantung dari pola hidup dan makanan yang diasup. “Bisa jadi” imunisasi memang memberikan imunitas tambahan. Tapi, apakah betul ikhtiar yang dimaksud itu adalah imuniasi seperti yang dipraktekkan sekarang ini?

    Soal HAK, saya belum menemukan dasarnya. Dari segi agama Islam saya belum menemukannya sampai sekarang. Kalau ada mohon beri saya informasinya.

    Kalau ditinjau dari sudut kedokteran dan farmasi islam, imunitas tubuh anak tidak dibangun dengan menyuntikkan vaksin.

    Kembali kalau ditinjau dari sudut pandangan agama Islam, sepertinya Pak Bambang merasa ketika dilahirkan, ciptaan ALLAH yang namanya manusia ini ada kekurangannya yaitu Imunisasi, sehingga ada kewajiban orang tua untuk meng-imunisasi anaknya. Apa Pak Bambang yakin ALLAH lupa menyertakan imunitas yang cukup?

    :)

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to short reviews, tips and make money online. More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :

Personal Top Blogs
blogarama.com