Perlukah Anak Di Imunisasi? (Bahaya Imunisasi)

Perlukah Anak Di Imunisasi? (Bahaya Imunisasi)

IMUNISASI yang saya maksud disini adalah imunisasi dengan cara VAKSINASI

Imunisasi
foto: kompas.com

Dalam dua hari ini saya berdiskusi disebuah mailing list, namanya milis sehat yang dimoderatori oleh beberapa DSA (Dokter Spesialis Anak). Karakter milis ini adalah lebih cenderung tanya jawab antara pasien dengan dokternya, dibanding milis lain yang kebanyakan anggota milisnya berkedudukan setara. Arus informasi tidak searah.

Posting saya yang berjudul “Betulkah Imunisasi Tidak Perlu?” ditanggapi dengan baik oleh semua anggota milis tetapi dengan posisi yang sama. Tidak ada satu orangpun yang sependapat dengan saya bahwa Imunisasi bukanlah sesuatu yang harus. Seperti yang sudah saya bayangkan sebelum membuka diskusi, dalam diskusi ini saya sendirian dengan pendapat bahwa Imunisasi tidak perlu buat balita. Kondisi ini terbentuk karena karakter milis yang saya sampaikan diatas.

Bahkan mungkin banyak yang menganggap saya bodoh dengan tidak mengimunisasi anak saya. It’s fine, pasti dia punya dasar pijakan berfikir yang saya tidak miliki. Kalau referensi ilmu saya sama dengan dia tentu saya akan berfikir seperti dia. Begitu juga sebaliknya, jika pengetahuan yang saya miliki ada didalam kepalanya, belum tentu dia akan berfikir seperti itu.

Ya, dengan keterbatasan ilmu kesehatan/kedokteran tentu saya tidak bisa memahami dengan baik manfaat imunisasi seperti yang didukung oleh semua smart parents dimilis tersebut. Karena keterbatasan ilmu itu pula saya melakukan imunisasi terhadap dua orang balita saya dengan lengkap (kecuali polio). Imunisasi polio terlalu beresiko menurut saya.

Hal kontroversial lain yang sering dibahas dimilis ini tetapi diterima dengan baik oleh anggota milis adalah penggunaan anti biotik dalam resep obat oleh kebanyakan dokter. Ketika hal ini saya lontarkan ke seorang dokter maka tanggapannya sama dengan tidak mengimunisasi balita. Dokter menjawab saya lebih tahu.

Tetapi kenapa diterima baik oleh milis ini, karena arus informasinya tidak frontal tetapi sesuai arus, datang dari dokter yang diikuti oleh anggota milis lain. Jika issue tidak perlu imuniasi ini dibawa oleh dokter tentu kondisi diskusi akan jauh berbeda.

Yang mau bergabung dimilis ini silakan kirim email ke
sehat-subscribe@yahoogroups.com

Yang sependapat dengan saya:
1. http://gugundesign.wordpress.com/2007/08/07/imunisasi-siapa-tidak-takut/
2. http://forum.ub.ac.id/index.php?action=vthread&forum=6&topic=138

Soal halal atau haramnya, kunjungi website ini:

http://imunisasihalal.wordpress.com/

Yang tidak sependapat dengan saya:
1. Cari sendiri
2. Cari sendiri
3. Silakan ikuti yang nomor 1 & 2 :) )

Update 21 Nov 2009:

Bahaya MERCURY yang terdapat didalam vaksin yang disuntikkan kedalam tubuh bayi anda.

PEMBUNUH NEURON (SEL OTAK) TERGANAS.

YANG MEMBUAT ANAK ANDA JADI AUTIS DAN ADD.

Update 15 Des 2009:

Berikut ini informasi resmi dari WHO.

“In the absence of immunity induced by vaccination, human beings appear to be universally susceptible to infection with the smallpox virus.”

“Dengan tidak adanya kekebalan yang disebabkan oleh vaksinasi, tampaknya manusia secara universal rentan terhadap infeksi dengan virus cacar.”


About the Author
Author

Yanurmal

Comments (174)
  • Avatar

    alkalinesky Jul 22 2008 - 7:36 pm Reply

    4thumbsup! saya juga anti vaksinasi. kalo brsedia, bisa check ke situs2 spt: http://www.poisonevercure.150m.com, http://www.educate-yourself.org, http://www.mercola.com, http://www.nmaseminars.com, http://www.whale.to, dll plethora reviews…

  • Avatar

    bambangedi Jul 28 2008 - 2:19 pm Reply

    Angka kejadian beberapa penyakit infeksi sangat menurun setelah dikembangkan program imunisasi. Demikian pula angka kematiannya. Ini adalah manfat riil imunisasi dipandang dari ikhtiar manusiawi. Dalam agama Islam ada anjuran ikhtiar lain : tidak masuk ke area yang sedang terkena wabah.

    Bila anak terpapar kuman (infeksi) memang akan menimbulkan reaksi imun, tetapi menunggu infeksi adalah sikap yang sangat riskan, karena penyakit yang timbul akibat infeksi bisa bervariasi dari ringan sampai berat bahkan dapat disertai komplikasi. Imunisasi bertujuan untuk menumbuhkan reaksi imun secara buatan agar terjadi imunitas yang kuat tapi tanpa didahului timbulnya penyakit.

    Bagi saya, imunisasi adalah hak anak dan kewajiban orang tua. Manfaatnya terbukti, madharatnya kebanyakan hanyalah issue.

    • Avatar

      hasan Apr 16 2009 - 7:26 pm Reply

      itulah yang menjadikan kurang alaminya antibodi anak.. cenderung dipaksakan.. sementara anak masih dalam tahap berkembang, begitu juga antibodinya. jika kemudian dimasukin virus (vaksin), maka antibodi akan dipaksa secara ekstrim untuk melawan virus tersebut yang sebelumnya belum pernah dilakukan. makanya biasanya anak akan panas dan sakit. kalo kuat, insyaallah selamat.. namun kalo tidak kuat.. maka justru virus yang dimasukkan tadi akan menggerogoti penyakit tsb.

      selain virus, vaksin juga mengandung zat2 yang tidak seharusnya ada dalam tubuh. seperti merkury, alumunium (DPT, DaPT, hepatitis B), Etilen Glikol (DaPT, Polio, Hib, Hepatitis B), Formaldehida (penyebab kanker), Gelatin (pemicu alergi – dalam vaksin cacar air dan MMR) dll..
      sementara untuk proses pembuatan vaksin sendiri, jauh dari syar’i (bagi muslim… )apakah itu masuk dalam kategori sesuatu yang dibolehkan?..

      tahukah anda semua bahwa pembuatan semua vaksin menggunakan biokatalisator enzim dari enzim tripsin dari babi. termasuk vaksin meningitis untuk syarat bagi jamaah haji.. bayangkan.. mau ke tempat suci malah dimasukin sesuatu yang haram.. tentu ini menjadi perhatian dan pertimbangan, mengapa harus imunisasi.. mengapa wajib bagi bayi?

      saat ini vaksin hepatitis B biasanya diberikan segera setelah bayi lahir. padahal vaksin ini mengandung 12.5 mikrogram mercury yang artinya lebih dari 25 kali batas aman yaitu 0.1 mikrogram per kg berat per tubuh per hari. selain hepatitis B, bayi juga mendapat 4 dosis vaksin HIB dan 4 dosis vaksin DPT yang semua mengandung mercury. padahal fungsi empedu yang mengeluarkan racun dari tubuh belum berkembang pada bayi di bawah usia 4 – 6 bulan..

      wallahua’lamubishshowab

  • Avatar

    Yanurmal Jul 29 2008 - 5:19 pm Reply

    Thanks atas comment-nya Pak Bambang.

    Memang setiap orang mempunyai landasan pemikiran yang berbeda. Dan sangat dipengaruhi oleh latar belakang dan pengalamannya.

    Kalau ditinjau dari aspek agama Islam, imunisasi bisa dibolehkan dan juga bisa diHARAMkan. Apakah ada yang menjamin bahwa zat/vaksin yang dimasukkan kedalam tubuh itu adalah HALAL. Tanggung jawabnya didepan ALLAH yang juga harus dipikirkan.

    Soal imunitas sangat tergantung dari pola hidup dan makanan yang diasup. “Bisa jadi” imunisasi memang memberikan imunitas tambahan. Tapi, apakah betul ikhtiar yang dimaksud itu adalah imuniasi seperti yang dipraktekkan sekarang ini?

    Soal HAK, saya belum menemukan dasarnya. Dari segi agama Islam saya belum menemukannya sampai sekarang. Kalau ada mohon beri saya informasinya.

    Kalau ditinjau dari sudut kedokteran dan farmasi islam, imunitas tubuh anak tidak dibangun dengan menyuntikkan vaksin.

    Kembali kalau ditinjau dari sudut pandangan agama Islam, sepertinya Pak Bambang merasa ketika dilahirkan, ciptaan ALLAH yang namanya manusia ini ada kekurangannya yaitu Imunisasi, sehingga ada kewajiban orang tua untuk meng-imunisasi anaknya. Apa Pak Bambang yakin ALLAH lupa menyertakan imunitas yang cukup?

    :)

    • Avatar

      Mega Mar 20 2009 - 12:15 pm Reply

      Saya baru mempunyai anak, sekarang umur 3 bulan, pernah mendengar juga tentang imunsasi yang dianjurkan pemerintah itu tidak perlu, ada pula yang menyebutkan malah membahayakan untuk anak, saya baru mengetahui hal ini setelah saya beri anak saya imunsasi, (BCG,DPT,Hepatitis, Bahkan Polio sudah 2x). Sekarang saya mulai ragu dan sependapat dengan Pak Yanu, Allah tidak mungkin lupa memberikan imunitas kepada manusia yang hanya Allah saja yang kuasa. jadi bagaimana saya mengambil tindakan pada anak saya yang terlanjur di imunisasi dengan vaksin?

      • Avatar

        Yanurmal Mar 20 2009 - 5:22 pm Reply

        Dari dokter yang peduli dengan hal ini, saya disarankan untuk berusaha mengembalikan imunitas tubuh anak yang sudah teracuni oleh vaksin dengan cara menjaga asupakan makanannya agar tetap/selalu bergizi. Usahakan bisa mengkonsumsi madu (asli tentunya) dan susu secara rutin setiap hari. Untuk susu, usahakan jangan mengkonsumsi susu bubuk, kalau bisa susu cair murni.

    • Avatar

      Joko Santoso Jan 28 2010 - 3:11 pm Reply

      pengalaman pribadai saya untuk ini sangat tepat..

  • Avatar

    bambangedi Sep 25 2008 - 8:26 am Reply

    Allah menurunkan penyakit, Allah pula yang sediakan obatnya. Obat bisa bermakna obat kuratif pengobatan) dan dapat juga preventif (pencegahan). Bagi saya, semua adalah cobaan yang juga berarti tantangan. Kalau tak ada tantangan, dunia kedokteran dan farmasi terus berkembang. Subhanallah yang sudah mnyediakan ruang gerak yang sangat luas bagi manusia dalam urusan dunia. Subhanallahi amma yashifuun. Allah tak pernah lupa. Kita yang banyak lupa. Ilmu dan teknologi terus berkembang. Dunia kedokteran adalah salah satu lahan muslim untuk berkarya, tak cuma curiga atau mencela. Dulu insulin dari babi, tapi rupanya itu jadi batu loncatan temuan insulin yang lebih Islami, sayangnya penemunya bukan kita, para muslim! kematian karena infeksi tertinggi di negeri muslim, temuan imunisasi menurunkannya. Sekali lagi, sayangnya penemu imunisasi itu bukan kita! Soal kandungan vaksin, silakan baca (Iqra!), kita tak boleh mengambil sikap hanya dengan asumsi kan ?

  • Avatar

    Bidan. Astri, MKes Oct 30 2008 - 12:38 pm Reply

    Menurut saya, imunisasi sangat pentiiiiiing ting ting bagi balita kita. karena dengan imunisasi setidaknya anak sudah mempunyai antigen apabila ada penyakit yang masuk. masalah KIPI itu sudah wajar karena buatan manusia ini. tetapi hanya beberapa % saja. sangat bermanfaat kalau bapak ibu sanyang anaknya.Ingat, tidak ada orang yang menyesal pada awal masalah.TK. dan ma’af. salam dari solo kota batik.

    • Avatar

      wiwi Jan 4 2010 - 1:14 pm Reply

      saya pny anak umur 3 bln & anak saya sdh imunisasi bcg,hepatitis A 2x,Dpt 1x & p0lio 2x.
      Saya jg ingin imunisasi hib ank saya tp sbgian orang bilang imunisasi Hib dpt menyebabkan autis itu bnar ga?
      Dan kl bnar knp imunisasi Hib d adakan kl bs mrusak saraf anak.

  • Avatar

    Yanurmal Oct 30 2008 - 11:48 pm Reply

    Ya, siapa saja boleh berpendapat apa saja karena kita masing-masing yang akan menanggung akibatnya, baik ataupun buruk.

    Saya sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, termasuk dunia kedokteran. Ilmu kedokteran merupakan ilmu yang mulia dan terhormat, sehingga membuat banyak orang-orang yang memilikinya menjadi pongah/angkuh. Seakan-akan tidak ada cacat dalam ilmu yang dimilikinya. Sehingga dalam menyatakan sesuatu sudah langsung menjadi hitam dan putih. Tidak belajar dari apa yang sudah terjadi, begitu banyak statemen yang dulu dinyatakan putih sekarang berubah jadi hitam.

    Buat saya khususnya, selama tidak ada jaminan bahwa imunisasi bisa mencegah suatu penyakit seperti tidak ada jaminan tanpa imunisasi pasti akan datang suatu penyakit, atau jika hanya imunisasi satu-satunya cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh berarti tidak ada nilai tambah buat vaksinasi/imunisasi. Itu hitung-hitungan resiko logis, bahkan sangat logis.

    Bahkan kalau dikalkulasi resiko yang didapat maka imunisasi jauh lebih beresiko.

    Dengan Imunisasi:
    Resiko sakit = 1
    Resiko sakit akibat imunisasi = 1
    Jaminan tidak takit = 0
    Resiko kecelakaan imunisasi/human error = 1
    Total = 3

    Tanpa Imunisasi:
    Resiko sakit = 1
    Resiko sakit akibat imunisasi = 0
    Jaminan tidak sakit = 0
    Resiko kecelakaan imunisasi/human error = 0
    Total = 1

    Jadi, silakan bagi anda yang mau mengambil resiko sebesar itu. Banyak maaf, saya tidak akan mengambil resiko seberat itu buat buah hati saya. Mungkin cara kita memandang resiko sangat berbeda.

    • Avatar

      Bunda Nadia Mar 10 2011 - 6:42 am Reply

      Saya belum bisa berpendapat untuk nimbrung disini. Justru sy ingin mendapat kejelasan informasi secara medis maupun dalam tinjauan syariahnya,mungkin berupa penelitian atau hadits yang mengarah pada penjelasan mengenai imunisasi ini. Yang saya heran, kalau memang imunisasi dilarang dan byk mudharatnya, tapi kenapa, dari pemakaian selama puluhan tahun imunisasi tersebut oleh balita-balita di Indonesia yang memperlihatkan dampak yang dapat dibuktikan baik secara langsung maupun tidak langsung sebagai akibat imunisasi tsb. Kalopun ada hanya kasus yang sangat tidak refresentatif. Sekali lagi saya orang awam yang benar2 butuh info ttg ini sejak lama krn punya dan akan mempunyai lagi anak InsyaAlloh. Sejauh ini saya berfikir mengimunisasikan anak saya sbg ikhtiar dan yg terutama krn blm ada alternatif lainnya yang tentu saja harapannya bisa lbh saya terima dari sudut pandang syariah dan medisnya.Mohon penjelasan yang lebih memuaskan…makasih. Oya, penelitian tingkat resiko diatas dari penelitian siapa pak dan dimana ya, pak?

      • Avatar

        Yanurmal Mar 10 2011 - 9:08 am Reply

        Tingkat resiko yang saya tulis diatas tidak perlu penelitian Bunda Nadia. Itu hitung2an sederhana saja. Coba perhatikan lagi, tidak ada hitungan2an rumit disitu :)

  • Avatar

    Yanurmal Nov 24 2008 - 12:06 am Reply

    Untuk masalah HALAL dan HARAM-nya silakan kunjungi website ini:

    http://imunisasihalal.wordpress.com/

    • Avatar

      ramanis Mar 11 2011 - 8:12 pm Reply

      kalo memeang imunisasi haram tolong disebarluaskan mas, pengalaman sy pernah mengimunisasi anak sy yg pertama ituu diimun tdk sampai selesai sampai 9 bulan, anak sy yg kedua jg diimun sm tdk lengap dan yg ketiga anak sy sama sekali tdk diimunisasi. dan ini membuktikan sy jg masih ragu apakah imunisasi itu haram atau halal? mohon penjelasannya yah mas. wasalam

  • Avatar

    Ubon Nov 30 2008 - 7:49 am Reply

    Dengan Nb nih..

    Dari kacamata Minus liatnya gini deh

    Dengan Imunisasi:
    Resiko sakit = 1
    Resiko sakit akibat imunisasi = 1
    Jaminan tidak takit = 0
    Resiko kecelakaan imunisasi/human error = 1
    Total = 3

    Tanpa Imunisasi:
    Resiko sakit = 1
    Resiko sakit akibat imunisasi = 0
    Jaminan tidak sakit = 0
    Resiko kecelakaan imunisasi/human error = 0
    Total = 1

    Kalo dari kaca mata Plus liatnya gini

    Dengan Imunisasi:
    Resiko sehat = 1
    Resiko sehat akibat imunisasi = 1
    Jaminan tidak sehat = 0
    Resiko ketidakcelakaan imunisasi/human error = 1
    Total = 3

    Tanpa Imunisasi:
    Resiko sehat = 1
    Resiko sehat akibat imunisasi = 0
    Jaminan tidak sehat = 0
    Resiko ketidakcelakaan imunisasi/human error = 0
    Total = 1

    Jadi, tergantung kita liat dengan kacamata yang mana.

    Salam.

    • Avatar

      joe Mar 23 2009 - 12:41 pm Reply

      Mbak ubon,

      Kayaknya ttg definisi resiko Anda perlu lihat di kamus deh, sehingga tdk secara liberal menerjemahkan apa itu resiko. Demikian jg ketika kt bicara ttg risk management, yg kita pelajari adalah resiko2 yg terjadi dr tingkat rendah hingga tinggi. Di mana resiko adalah suatu hal yang mmg negatif. Sedangkan keuntungan itu bukanlah suatu resiko. Kondisi normal, juga bknlah resiko.
      Dengan demikian “resiko sehat karena immunisasi=1″ adalah kalimat yg non sense. karena baik diimmunisasi maupun tidak ya sama2 sehat . Ya kalo sehat, baik diimmunisasi maupun tidak, ya gak ada bedanya. Nalarnya kan gitu betul tidak?
      Demikian juga resiko ketidakcelakaan. Ya kalo namany tidak celaka, baik karena diimmunisasi maupun tidak, ya sama saja, yaitu tidak celaka. jadi, sekali lagi maaf, itung2 an menejemen resiko anda tidak bisa diterima.
      Saya ada seorang teman dosen teknik di Unibraw, Malang. Dia tdk pernah mengimunisasi anaknya. Waktu anak dia yang berumur 6 tahun sakit, dia sangat khawatir dan melaporkan ke bapak dan ibunya (kakek n nenek si anak kecil) yang keduanya adalah dokter dan dosen di FK. Bapaknya bilang, “Gak papa, tng aja sembuh. Itu sama sekali gak ada hubungan dg tdk diimmnunisasi. bahkan kamu dan kakakmu juga sekalipun gak pernah aku immunisasikan. Buktinya kamu dan kakakmu juga sehat wal afiyat sampe gedhe gini” Nah gitu komentar dokter yang juga akademisi. Sebenernya masih banyak lagi cerita2 resiko ttg immunisasi yang kejadiannya langsung di alami anak2 dr rekan rekan saya seperi autis dll.

      Kalo saya ditanya: “apa kamu mau mengorbankan anakmu kena polio krn gak diimmunisasi?”
      maka saya juga akan menjawab dengan pertanyaan:
      “apakah kamu juga mau mengorbankan anakmu menjadi autis dan bahkan cacat seumur hidup karena bahaya immunisasi? (baik logam berat, zat kimia lain atau virus lain yang dikandungnya)”

      It’s all up to you.

      • Avatar

        hasan Apr 16 2009 - 7:38 pm Reply

        artinya.. imunisasi itu bisa jadi menggunakan system trial and error.. kalo beruntung, maka dia akan sehat.. tapi kalo ngga.. body ngga kuat.. malah jadi sakit.. gitu kan..? :)

  • Avatar

    Yanurmal Dec 1 2008 - 11:11 pm Reply

    Ya kalau dilihat dari sisi yang berlawanan, betul itu :)

    Berarti itu penerapannya juga harus dibalik semua. Kalau hitung2an resiko yang saya buat untuk anak sehat, maka hitung2an resiko yang anda balik tersebut penerapannya juga harus pada kondisi kebalikannya, yaitu untuk anak ‘bukan’ sehat. Jangan dibalik sebagian-sebagian :)

  • Avatar

    Bunda Ken Dec 21 2008 - 10:29 am Reply

    Kalo saya merasa imunisasi dgn cara ASI ekslufif selama 6 bln dan melanjutkan hingga 2 tahun adalah sistem imunitas terbaik yg dijamin oleh dan sangat dianjurkan oleh semua ahli kesehatan dan juga al Quran. Sejak zaman dahulu kala hingga (insya Allah) akhir zaman nanti. Antibody dan zat gizi apa sih yg tdk dimiliki ASI? Semua ada. Makanya ASI disebut makanan terbaik no 1 di dunia, dan no 2 adalah madu, ketiga.. apa ya?
    Hanya saja berapa byk para ibu yg mau dgn sungguh2 mempersiapkan diri agar ketika bayinya lahir, ASI bisa berproduksi dgn baik. Ingat lho, ASI harus dipersiapkan sejak awal-awal kehamilan dgn makanan sehat dan bergizi. Karena inilah HAK MUTLAK setiap bayi. Dan jika al Quran saja menjamin, berarti mmg inilah imunisasi terbaik bagi anak dibwh 2 thn.
    Kira2 demikian sedikit urun pendapat saya sbg ibu dari 2 anak yg alhamdulillah sehat dan jarang sekali sakit karena ASInya saya cukupi hingga 2 tahun.
    Wassalam

  • Avatar

    riza Jan 21 2009 - 8:47 pm Reply

    menarik sekali perbincangannya, dan baiknya terus dibahas oleh para ahli kesehatan maupun agama. Setiap anak tentunya telah dibekali kekbalann tubuh oleh penciptanya yang insya ALlah dapat melindungi dirinya dalam menjalani kehidupannya. Namun melalui sejarah kita telah mengetahui bahwa umat manusia pernah mengalami wabah penyakit yang ALhamdulillah dapat diminimalkan melalui imunisasi. So, menurut pendapat pribadi saya, dalam kondisi normal, bayi tidaklah memerlukan imunitas tambahan, jika zat tersebut belum terbukti secara ilmiah aman dalam jangka panjang terhadap kesehatan bai manusia, namun jika kondisi sekeliling memiliki riwayat penularan yang tinggi dan beresiko tinggi tertular kepada bayi, langkah baiknya dilakukan imunisasi. Wallahu a’lam

  • Avatar

    someone Feb 24 2009 - 8:28 am Reply

    sangat sangat menarik….
    saya setuju sekali dengan riza…
    ada baiknya para ahli kesehatan dan para ahli agama perlu membahasnya mungkin dalam bentuk simposium atau yang lain…. tentunya tanpa ada konflik kepentingan ya…
    mengingat kita harus memiliki pengetahuan untuk memutuskan vaksinasi atau tidak vaksinasi… saya ingat satu ayat yaitu “janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak punya pengetahuan tentangnya”

  • Avatar

    Ummu Salamah Mar 11 2009 - 10:31 pm Reply

    Saya penulis buku tentang IMUNISASI, DAMPAK & KONSPIRASI, dalam buku ini seluruh permasalahan imunisasi saya bahas dari A sd Z. Baik tata cara pembuatan, Fakta cedera vaksin, fakta bayi sehat tanpa vaksin, pembohongan publik tentang pentingnya vaksin hingga bagaimana Hukum Islam memandang tentang vaksin. untuk mendapatkannya silahkan telepon : 021-92678315/ 021-7412151
    Seminar kesehatan Nasional dengan tema “Vaksinasi & problematika di bidang kesehatan ” tgl 14 Maret 2009 hubungi 021-91214004 atau 98022966

    • Avatar

      Mega Mar 20 2009 - 12:18 pm Reply

      bukunya bisa di beli dimana ? harganya berapa? bagaimana dengan saya yang sudah terlanjur memberikan imunisasi vaksin pada anak saya yang saat ini sudah berumur 3 bulan, dan dokterpun menyarankan untuk imunisasi, bahkan jangan sampai terlambat sampai anak berumur 12 bulan

  • Avatar

    ummu salamah Mar 25 2009 - 7:22 am Reply

    Buku bisa beli di Jl. Rosacanina No. 663A Bukit Nusa Indah, Serua Ciputat.Tlp. 021-92678315 atau 021 7412151

    Harga buku RP 35.000,-

    Ibu segera ubah pola makan ibu, dengan rumus kesehatan dari ALLAH. T.QS Albaqarah : 168.
    “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang ada di bumi…..

    Walaupun ibu muslim atau non muslim. Rumus kesehatan tetap sama. Karena seluruh manusia di ciptakan oleh PENCIPTA yang sama.

    Pembahasan yang lebih rinci boleh ibu buka di Blog. Bahaya Imunisasi SETANGKAI MAWAR MERAH. pada UMMU SALAMAH. atau di blog “mantanht” itu lebih rinci lagi.karena saya belum buat Blog sendiri.

    Tapi bila Ibu ingin mengetahui selengkapnya , ada di buku IMUNISASI, DAMPAK, KONSPIRASI dan Solusi sehat ala Rasulullah SAW.

    Baik,jadi yang harus ibu lakukan adalah, pilih makanan yang halalan toyiban. makanan, minuman dan obat-obatan ibu, dengan cara BACK TO NATURE. Agar ibu mampu memberikan ASI EXLUSIVE ibu kepada anak ibu. Sesuai standart ALLAH, PENCIPTA MANUSIA.

    BUKAN STANDART MANUSIA LAIN yang BUKAN PENCIPTA MANUSIA

    Hindari Mie Instan, Hindari minuman soft drink, obat-obat kimia. makan sayur, buah dan buat obat-obat alami. ketika ibu sakit,buatlah obat sendiri/ beli obatan herbal misalnya kencur, jahe,bawang putih, temulawak, Madu… dll. Agar Virus yang ada dalam vaksin yang telah masuk kedalam tubuh bayi, dapat mati, karena meminum ASI exklusive dari ibu.

    Berikan pula madu asli kepada si kecil… agar tentara-tentara alami, DOKTER ALAMI dalam tubuhnya mampu membunuh virus tadi. Nanti ketika anak ibu sudah berusia 3th atau lebih.. boleh di HIJAMAH/BEKAM untuk mengeluarkan logam berat yang ada dalam vaksin.(Bila kurang jelas silahkan telepon saya)

    Ibupun mulai sekarang harus mengupayakan makanan terbaik untuk suami dan keluarga ibu.. karena membangun generasi berkwalitas, harus di tunjang oleh seluruh keluarga. Hindari merokok.. jaga pola makan Halalan toyiban, artinya Zatnya halal, tidak makan babi, alkohol dll.cara mencarinyapun halal. Tidak korupsi, riba, menipu, …dll

    Toyiban artinya ALAMI.Tidak pake vetsin, MSG, CIKI2, Baso, sosis yang menggunakan pengawet kimia sintetis.

    • Avatar

      Bunda Nadia Mar 10 2011 - 6:49 am Reply

      Mungkin sebaiknya…Cendekiawan Muslim khususnya di bidang medis khususnya,memberikan segera solusi yang menyerupai imunisasi yang berkembang saat ini tentu saja yang tidak berisiko dan memang sesuai tuntunan syariah, agar mudah diterima lagi wacananya…Jadi tidak malah membuat bingung orang-orang awam…

  • Avatar

    ummu salamah Mar 25 2009 - 7:38 am Reply

    IMUNISASI ALAMI yang HALALAN TOYIBAN, harus di upayakan oleh seluruh masyarakat.

    Berikan kepada yang miskin ibu dan anak gizi yang baik. Pemerintah harus mengupayakan sandang pangan papan, kesehatan gratis, pendidikan gratis, dan lapangan pekerjaan yang halal bagi seluruh rakyat baik muslim dan non muslim.

    Bayi-bayi diberi suport untuk meminum madu, ibunya minum sari kurma, susu yang halalan toyiban, buah-buahan, sayuran alami organik, yang semua ini adalah tanggung jawab negara untuk mensejahterakan rakyatnya.

    Jadi bukan di suntikan VAKSINASI yang tatacara pembuatannya pun menyalahi ATURAN ALLAH.

    Itulah yang menyebabkan kerusakan seluruh manusia, baik sel-sel otaknya maupun organ tubuhnya. HANYA BERDASARKAN BISNIS BELAKA.

    Kenapa banyak dokter yang tidak mau mengkonsumsi obat-obatan kimia?

    Kenapa pula banya anak-anak dokter tidak di VAKSINASI ? mohon para dokter yang beriman… bantu saya menyelamatkan generasi kita…. sudah waktunya KEBENARAN TAMPIL DI MUKA BUMI INI….

  • Avatar

    ranti Apr 5 2009 - 1:20 pm Reply

    menurut saya,
    imunisasi penting bagi orang dewasa yang sakit tapi tidak untuk bayi-balita. kenapa? karena Tuhan sudah mengkarunia ibu ASI-vaksinasi alamiah yang terhebat dan terlengkap. Bahkan dunia medis Barat sudah mulai mencari solusi vaksinasi, karena hasil penelitian membuktikan AIDS adalah efek samping dari vaksinasi. maksudnya daya tahan tubuh manusia menjadi lemah gara2 vaksinasi. Bahkan di Barat, bayi2 0-6 bulan hanya diberi ASI tidak lagi di imunisasi. Dan terbukti, antibodi serta daya tahan tubuh mereka lebih kuat dibanding yang di-imunisasi. Rasanya, waktu jualah yang akan membuktikan semuanya.Tapi bila melihat anak2 dipedalaman papua yang tidak kenal imunisasi, daya tahan tubuh mereka luar biasa kan? well, choice is yours. Cheers!!

  • Avatar

    ummu salamah Apr 13 2009 - 6:16 am Reply

    Betul..Bu Ranti…. sebenarnya kita ini dalam situasi yang sangat BERBAHAYA.. karena GENERASI KITA sebenarnya sengaja di RUSAK dengan VAKSINASI agar menjadi generasi yang BODOH dan LEMAH, agar INDONBESIA dapat dijadikan BANGSA BUDAK untuk memenuhi/melayani negara PENJAJAH.. DI AMBIL EMASNYA, BATUBARA, MINYAK BUMI, dll… dimiskinkan rakyatnya… kita di buat tidak sadar dan di nina bobo kan dengan segala hal yang HURA-HURA oleh karenanya kita harus segera BANKIT, MENYELAMATKAN GENERASI… VAKSIN sudah merusak manusia SEDUNIA..juga vaksin MENINGITIS untuk UMROH dan HAJI… memasukkan yang haram agar doa kita tidak di terima ALLAH. mmmh ibu-ibu… segeralah menata lagi anak-anak kita dengan BACK TO NATURE segera berjuang untuk menyelamatkan DUNIA dengan ATURAN ALLAH, HUKUM ALLAH,.. Yaitu SYARIAT ISLAM. Ingat SYARIAT ISLAM dibutuhkan oleh seluruh manusia MUSLIM dan NON MUSLIM…..

  • Avatar

    andri Apr 20 2009 - 2:21 pm Reply

    ass…

    Betul betul betul, imunisasi itu hukumnya haram dan itu hanya akal-akalan kaum kafir saja agar industri farmasinya menjadi untung besar. seperti yg sering dibicarakan, Allah telah mencipatkan mahluknya terutama manusia dengan sesempurna mungkin. kalian yang percaya vaksin (imunisani) saya ingin menanyakan PERCAYA KEPADA ALLAH atau PERCAYA KEPADA KAFIR?

  • Avatar

    sarah Apr 21 2009 - 9:42 pm Reply

    saya beli bukunya ummu salamah, bacanya gregetan, sedih, kesel, marah.. dan kasian..anak anak Indonesia. kasian para haji di jadikan kelinci percobaan pembunuhan perlahan-lahan.Untuk bisnis.. sampe sekarang yang mau umroh dan yang naik haji terus di paksa disuntik vaksin meningitis.. mau naik haji malah di kasih yang haram. itukan kerjaan orang kafir supaya doa umat islam gak di kabulkan Allah.. sangking takut kepada umat muslim.. kalo umat muslim itu kuat…ya..kan..ya…kan.. ketauan kebenciaanya seperti yang di beritakan di Al Quran.

  • Avatar

    bambangedi Apr 22 2009 - 1:21 pm Reply

    Salam. Saya kira sebaiknya teman2 tidak menggunakan Islam untuk menolak imunisasi. Apalagi kalau gak jelas dan asal ceplos. Naif deh. Jangan sampai kecemerlangan Islam mahjubun (tertutup) karena pendapat kita yang dangkal. Suudhon sangat tercela. Ilmu terus berkembang, jadi baeknya jangan mandek pada pengetahuan lama. Allah meninggikan orang yang beriman dan berilmu. Bang Yanurmal keliru, kalau memvonis congkaknya insan kedokteran. Mawas diri adalah 1 dari 7 kompetensi dokter. Insya Allah. Pun ada tools untuk bersikap kritis dalam dunia kedokteran. Istighfar bareng2 yok, kalau selama ini kita banyak mengedepankan suudhon dan ilmu gethok tular. Milis seperti ini kalau perlu dihentikan, karena nilai ilmiahnya tidak dapat dipertanggungjawabkan di hadapan ilmu kedokteran maupun ilmu agama, kecuali jika kita bersikap terbuka dan tidak mudah menjadi hakim. Ummu salamah, jangan terlalu percaya diri dan cenderung mengabaikan kebaikan pihak lain. hipotesis harus diuji. Teman-teman herba, jangan memanfaatkan isu ini untuk jualan herba. gak fair kukira, menolak imunisasi tetapi menawarkan obat herba. Kalau munisasi = tak percaya Allah, mengapa herba diperlukan ?. Yok istighfar yok…berkaryalah menurut kapasitas anda, Innii aamil.

    • Avatar

      Yanurmal Apr 26 2009 - 8:53 am Reply

      Yth Pak Bambang, untuk lebih jelas lagi, memang karena ISLAM-lah saya meninggalkan segala yang diHARAMkan, bukan menjadikan Islam untuk menolak imunisasi. Khusus penilaian saya terhadap “dokter”, itu berdasarkan pengalaman pribadi saya dan pengalaman orang lain yang saya dengar. Ketika suatu resep ditawarkan dan saya minta penjelasan kenapa obat tersebut di berikan, jawaban dokter tersebut adalah “saya lebih tahu”. Kata seorang teman yang bergerak didunia kesehatan “dokter adalah kelompok orang yang paling tidak bisa diatur, mereka sangat egois, mungkin karena merasa mereka sangat dibutuhkan dan merasa ilmunya paling tinggi”. Memang tidak bisa digeralisir, saya tau persis banyak dokter yang baik dan santun diluar sana. Merambah ke soal herba, memang saat ini herbalah jalan keluar terbaik atas kondisi obat yang ditawarkan rumah sakit saat ini (yang tidak jelas HALAL HARAMnya). Saya sangat bersyukur beberapa bulan lalu ketika kesangsian saya terhadap obat dan vaksin tidak bisa ditawar lagi, seseorang memberikan jalan keluar dengan herba yang keHALALannya InsyAllah terjamin. Dan mulai saat itu saya ikut berpartisipasi menyebar-luaskannya. Selagi keHALALan sebuah imunisasi terjamin, maka saya akan menggunakannya. Ya, saya sangat senang ajakan Istighfar dari Pak Bambangedi. Mudah2an kita semua mendapat petunjuk dan segala apa yang kita usahakan tiada lain adalah karena Allah. Selisih pendapat bukanlah alasan untuk perpecahan.

  • Avatar

    Irfan Apr 25 2009 - 10:23 am Reply

    Al ilmu qoblal qoul wal amal, saya harap semua yang comment di sini berilmu sebelum berkata dan beramal. Yang menbantahpun jangan dengan hawa nafsu tapi dengan analisa ilmiah, studi perbandingan dan lainnya. Bahkan alangkah baiknya memberi rujukan buku-buku yang menjadi dasar argumentasinya bukan hanya bermodal rektorika semata. Suudzon adalah dosa. Tapi ingat suudzon adalah prasangka bukan fakta. Jika fakta-fatka telah membuktikan kebenarannya maka itu bukanlah sudzon namun sebuah bukti yang nyata. Insya Allah bermanfaat buat kita semua.

  • Avatar

    magdalena Apr 26 2009 - 3:36 am Reply

    Sdr. Bambangedi, ketakutan anda akan keterbukaan milis ini, menunjukan ketidak yakinan anda akan kedokteran konvensional yang sangat menTuhankan Vaksinasi.Bagus.. itu seharusnya menjadi step pertama untuk anda segera bertobat.Mengenai fakta tentang kejadian paska vaksinasi, perlu di kaji secara Ilmu pengetahuan.. kenapa banyak yang di vaksin malah banyak penyakit? kenapa di vaksin malah step, kejang, autis,cacat, bahkan meninggal dll? Bila anda melihat fakta dan juga penelitian yang di lakukan dokter-dokter barat yang banyak menolak vaksin, sewajarnya anda berpikir lagi, teliti lagi. Saya yakin apa yang ummu salamah paparkan dalam bukunya tidak ada suatu kepentingan apapun, selain menyelamatkan generasi dan kehidupan manusia.

    Ia sampai tidak memikirkan keselamatan dirinya, banyak ancama-ancaman yang di tujukan kepada beliau, tapi ia hanya mengharap lindungan Allah saja. Dan memikirkan keselamatan anak-anak Indonesia kususnya, dan manusia di dunia umumnya. Herbal adalah hal yang mutlak untuk kesembuhan manusia, itu saya rasakan juga. Jadi tolong anda mensikapinya dengan bijaksana.Dan please deh.. herba itu bukan hanya menyembuhkan tetapi bisnis yang mulia karena sesuai petunjuk ALLAH, bahwa manusia di ciptakan dari tanah, maka yang paling cocok untuk kesehatan manusia adalah apa yang tumbuh langsung dari tanah. Mengenai teknologi tentu Islam tidak menafikannya selama menggunakan dasar yang Halalan toyiban.

    Berita di Republika, sabtu 25 April 2009. LPPOM MUI Sumatera Selatan menemukan fakta vaksin meningitis (untuk haji dan umroh) mengandung enzim porchin dari babi.

    Satu bukti lagi terungkap sudah.

  • Avatar

    meihwa Apr 26 2009 - 3:51 am Reply

    saya sudah baca buku ummu salamah, saya non muslim tapi saya bisa mengerti maksud dari buku ini. saya setuju dengan magdalena. Kita memang harus banyak belajar lagi.

  • Avatar

    julia Jun 28 2009 - 10:28 pm Reply

    Saya baru dpt bayi (anak asuh) usia 15 hari, belum diimunisasi. sekarang umurnya sudah 21 hari. Kasian dia, karena harus minum susu formula (bukan ASI). Setelah baca bnyk hal ttg bahaya imunisasi jadi bingung juga. Tapi apakah semua imunisasi itu tidak baik? (kali aja ada beberapa yang masih dianggap perlu). Soalnya yang sering saya baca, yang bahaya itu seperti DPT, MMR, Hepatitis. Gimana dgn BCG yg biasa diberikan sedini mungkin, mumpung anak ini belum sebulan. Tolong informasinya.

  • Avatar

    ibr Jul 6 2009 - 3:13 pm Reply

    ya, saya setuju, marilah kita beristighfar bersama-sama, ajaklah hati kita juga untuk beristighfar agar terbuka segala rahasia, ,menyingkap segala pengetahuan yg belum kita ketahui. dan tentunya disemuanya kita landasi karena Tuhan kita yang Maha melihat, Maha dekat, Maha Tahu apa yang kita kerjakan apa yang kita rahasiakan.

    Agar yang masih ragu tentang imunisasi seperti saya bisa menjadi terang mana yang benar dan mana yang gelap.

    Agar semua Profesi di bidang kesehatan bekerja setjara jujur, biarlah pasien yang menentukan dokter atau sejenisnya hanya memberi penjelasan.

    Terima kasih…
    Terbukalah tabir yang menyelimuti hati. agar menjadi terang…

  • Avatar

    mama bintang Jul 13 2009 - 10:00 pm Reply

    Kakak saya punya anak tiga, anak pertama dan kedua tidak pernah di imunusasi, anak ketiga diimunisasi. Kebetulan anak ketiga lahir di RUMAHSAKIT international dengan bantuan dokter, sedang anak pertama dan kedua lahir dirumah dg bantuan bidan.
    Fakta yang saya lihat selama ini, anak pertama dan kedua sampe sekarang sehat wal afiat, lincah2, jarang sekali terkena sakit parah apalagi sampe ponsme, sementara anak ketiga yang sekarang berumur 1.5th (yang diberi imunusasi) malah sering sakit-sakitan bahkan sering opname di rumah sakit, sakit typhus, batuk alergi, gejala bronkhitis dll.pokoknya sebentar2 sakit, tdk seperti kedua kakaknya.
    Dari fakta tersebut saya pun berpikiran, kok yang tdk diimunisasi malah lebih sehat daripada yang diimunisasi? Ato mungkin ini cuman faktor kebetulan saja?
    Saat ini saya sedang hamil anak kedua, melihat fakta yang aku dapat dari anak2 kakak saya, saya tdk akan mengimunisasi anak saya nanti. Toh anak saya yang pertama dulu diimunisasi tapi tetap saja terkena sakit campak, gondongen, herpes, panas tiba2 dll.
    Dan untuk membuat bayi kita imun, asi exclusive memang vaksin terbaik buat anak kita. Dan untuk menghindari bahaya penyakit akibat polutan dan radikal bebas, tugas saya sebagai ibu akan memberikan makanan sehat dan halal untuk keluarga saya. Demikian sedikit opini saya.

  • Avatar

    bundanarakha Oct 9 2009 - 1:59 pm Reply

    Ass.wr.wb…
    Saya sependapat dengan bunda ken :)
    Menurut saya (dan suami), imunisasi/vaksin cukup denga ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai usia anak 2 tahun. Alhamdulillah sampai saat ini, usia anak saya 6 bulan lebih 2 minggu, saya masih memberikan asi pada anak saya (InsyaAllah sampai usia nya 2 tahun kelak, amien…)
    Cukup Al-quran dan hadist sebagai pegangan kita dalam menjalani kehidupan ini… Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayat pada kita semua, amien… :)

  • Avatar

    Nazar Oct 9 2009 - 11:14 pm Reply

    Saya lebih memilih jalan aman dengan tidak mengimunisasi anak saya karena beberapa alasan:
    1. vaksin yg digunakan untuk imunisasi tidak halal
    2. Tubuh manusia sudah punya kekebalan tersendiri di desain oleh Allah.
    3. sama dengan alasan 1 dan 2.(he..he)
    setau saya beberapa vaksin dibuat dengan melibatkan unsur haram seperti babi dan kera, saya rasa kekebalan tubuh manusia masih di atas hewan rata2…

  • Avatar

    Zahra Oct 17 2009 - 11:11 pm Reply

    Setelah membaca smua comment di atas saya masih merasa bingung apakah saya harus mengimunisasi anak saya kelak atau tidak. Saya belum memiliki anak dan masih akan menikah, namun tentang imunisasi ini benar-benar saya pertimbangkan. Memang ASI sangat baik untuk tubuh si kecil, namun tidak semua ibu bisa memproduksi ASI dengan lancar (maaf: karna bentuk puting tertentu sehingga menyulitkan bayi untuk menghisap). Jika ibu belum beruntung sehingga pemberian ASI terhambat, lalu bagaimana jika tidak di imunisasi? Sedangkan imunisasi juga mengandung resiko tergantung dari kondisi anak. Jadi serba salah nih…
    Mohon saran dari para ibu, dokter, bidan, atau siapa saja… Terima Kasih…

    • Avatar

      Rochma Dec 15 2010 - 2:14 pm Reply

      Mbk Zahra : Dulu waktu saya belum menikah ( 1 bulan lalu ) puting saya masuk ( tidak ada ), setelah nikah dan hamil puting saya keluar sendiri dan bentuknya berubah secara otomatis dengan sendirinya mengikuti usia kandungan saya, jadi mungkin semuanya sudah diatur sama Alloh. Oh iya tip dari bidan, bisa juga dengan ditambah pijatan agar nanti adik bayi lebih mudah kalau mau minum :d

  • Avatar

    Bunda Alam Oct 20 2009 - 6:42 pm Reply

    Sy saat ini sedang hamil. Dua anak sy (11 &7 thn)dulu dpt vaksin. Yg pertama lengkap, yg kedua tdk MMR krn sy khawatir dg kejadian autis. Alhamdulillah hingga skrg anak2 sy jarang sakit. Jd sy agak bingung dg diskusi di atas. Saat ini kehamilan sy agak berat krn sy terkena saraf tjepit & kontraksi dini. Sempat dirawat, dpt suntikan steroid (pematangan paru janin), & obat anti kontraksi. Baik pendapat pak Yanu, Ummu Salamah, & pak Bambang ada benarnya. Tp utk bayi spt kondisi sy, tampaknya memerlukan diskusi mendalam dg dokter ttg perlunya vaksin atau tdk utk riwayat kehamilan spt sy. Krn sejak dlm kandungan sudah mendpt bnyak obat. Wallahu’alam

    • Avatar

      Yanurmal Oct 30 2009 - 3:04 am Reply

      Bunda Alam,

      Sangat bagus didiskusikan dengan dokter-dokter (jangan hanya satu dokter) ahli untuk mendapatkan putusan terbaik atas kondisi ibu. Jangan “anti dokter” karena artikel yang saya tulis disini. Mereka orang berilmu tinggi meski juga banyak dokter yang “nggak mutu” saat ini. Tapi carilah dokter yang ikhlas dan peduli dengan kondisi pasiennya.

  • Avatar

    fauzi Nov 18 2009 - 5:48 pm Reply

    biarkan bayi tumbuh dengan alami, kalau sakit baru kita ikhtiar konsultasi ke Dokter. Tapi menurut saya selama anak-anak kita sehat sehat saja jangan cemari tubuhnya dengan zat-zat yang masih meragukan yang belum tentu bermanfaat juga. Percayalah Tuhan juga sudah melengkapi tubuh manusia dengan system antibody alami..

  • Avatar

    YUDHA.JS Nov 24 2009 - 5:53 pm Reply

    KALAU ANDA MENCARI-CARI KESALAHAN IMUNISASI SAYA JUGA BISA JELASKAN KELEBIHANNYA.SALAH SATUNYA…
    ADA YANG BISA JELASKAN KENAPA VIRUS POLIO HAMPIR TERERADIKASI DARI DUNIA INI… KALAU BUKAN KARENA IMUNISASI BESAR-BESARAN ??? (ERADIKASI arti sederhananya PUNAH) PERNAH DENGAR YEL-YEL “…DENGAN PIN ANAK INDONESIA PUN BEBAS POLIO…..”
    Silahkan googling dengan kata sandi “eradikasi”
    Salah satu contoh sitenya :
    http://www.kamusilmiah.com/kesehatan/rekombinasi-virus-polio-dan-hubungannya-dengan-program-eradikasi-polio/

  • Avatar

    YUDHA.JS Nov 24 2009 - 5:55 pm Reply

    Maaf ya sebelumnya…SAYA MENCOBA MELURUSKAN…
    SAYA HARAP KALO MEMBERI KOMENTAR TENTANG IMUNISASI KALAU ANDA TIDAK KOMPETEN UNTUK MENJAWABNYA SILAHKAN MENULIS KATA “..MENURUT SAYA..”, ATAU APALAH YANG TIDAK MEMFONIS…
    JANGAN MERUSAK PEMIKIRAN ORANG LAIN DENGAN PEMIKIRAN ANDA YANG TIDAK MENGUASAI MASALAH… JANGAN HANYA KARENA BARU BACA SEDIKIT HAL YANG MENYANGKUT IMUNISASI.. APALAGI BACAANNYA BLOG-BLOG… BLOG TIDAK DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN SECARA AKADEMIS..MUNGKIN SEMUA PEMBACA TAU ITU…TIDAK SEMUA YANG ANDA BACA DIINTERNET ITU BENAR. CARILAH JURNAL YANG KOMPETEN…APALAGI KALAU GAK BACA SAMA SEKALI TAPI CUMA KOMENTAR ATAU PENDAPAT ANDA… ANDA BERKOMENTAR TAPI TIDAK DAPAT ANDA PERTANGGUNG JAWABKAN… DIPERCAYA ORANG TRUS DITERAPKAN TERNYATA SALAH… PERTANGGUNG JAWABANNYA DIHADAPAN ALLAH.SWT…

  • Avatar

    YUDHA.JS Nov 24 2009 - 5:55 pm Reply

    SAYA HANYA TIDAK MAU MASYARAKAT TERBENTUK PEMIKIRAN YANG SALAH KARENA MEMBACA HAL YANG TIDAK DAPAT DIPERTANNGUNG JAWABKAN….
    SAYA JUGA MENDISKUSIKAN HAL INI DI BLOG LAIN…
    http://gugundesign.wordpress.com/2007/08/07/imunisasi-siapa-tidak-takut/
    SILAHKAN BACA DAN AMBIL KESIMPULAN ANDA SENDIRI TAPI JANGAN JADI PEGANGAN BUATLAH JADI BAHAN PERTIMBANGAN, SILAHKAN JADIKAN PEGANGAN KALAU INFORMASI ITU ANDA DAPATKAN DARI ORANG YANG KOMPETEN DAN BISA MEMPERTANGGUNG JAWABKANNYA…

  • Avatar

    Yanurmal Nov 24 2009 - 8:08 pm Reply

    To YUDHA.JS.
    Lain kali komentarnya harap tidak menggunakan huruf kapital semua. Komentar seperti ini termasuk perbuatan tidak beretika.

  • Avatar

    crazytainment.com Nov 29 2009 - 5:23 pm Reply

    Wah trnyata banyak yang berbeda pendapat tentang hal ini..

  • Avatar

    ahmad Dec 3 2009 - 3:39 pm Reply

    Asslamualaikum wr wb..
    Allah tidak melahirkan kita dengan memakai baju… tapi Allah mewajibkan kita memakai penutup aurot! Muslim yang sehat tentu lebih disukai dari muslim yan sakit!para peragu imunisasi.. jangan hanya menentang bila itu jelek berilah alternative… anda mungkin belum pernah hidup di jaman dipteri mewabah, cacar dimana mana, polio makanan sehari hari, tetanus merengut anak anak anda? aq jadi sedih.. seandainya kampanye berhasil, betapa sia sia pengorbanan suhada suhada perawat/bidan/jurim yang rela meninggal termakan penyakit penyakit tersebut( ingat TBC dan penyakit menular lainya adalah bom biologi alami bagi perawat, yang mengenai mereka setiap hari)ribuan petugas meninggal sebelum menikmati masa pensiun hanya demi masyarakat sehat… sekarang kalian kornankan hanya karena kepicikan kalian…
    wasalamualaikum wr wb…

  • Avatar

    Rama Dec 4 2009 - 8:26 pm Reply

    @yudha: memang anda yakin virus folio telah hampir punah di dunia.itu karena anda tidak menemukan dan mendengar aja mengenai korban folio. apalagi korban folio yang dikarenakan imunisasi folio jangan harap anda mendengarnya. kenapa karena itu sudah menyangkut ranah bisnis farmasi yang besar. tapi itu bukan berarti tidak ada, dan jumlahnya sedikit.ditempat saya baru-baru ini ada anak bayi meninggal karena pendarahan dikarenakan imunisasi, bidannya dengan gampangnya sudah sesuai prosedur. tapi kalo kita pakai logika, kalo sesuai prosedur kok bisa orang meninggal. pernah anda mendengar dokter dihukum karena mal praktek, kalo sekedar dituduh banyak, tapi kalo dihukum jangan harap. kenapa…..? karena sulit sekali bagi para korban yang “bodoh” untuk bisa membuktikan kesalahan dokter,dengan gampangnya dibilang alergi obat dan semacamnya. saya sebenarnya masih memaklumi imunisasi tetapi harusnya di ambil dari zat yang halal dan imunisasi dilakukan dengan prosedur yang selektif, artinya tidak langsung cuma cek kesehatan anak, apabila sehat langsung di imunisasi. nah pada prakteknya di Indonesia terjadi seperti ini.

    • Avatar

      Bunda Nadia Mar 10 2011 - 7:01 am Reply

      Tolong beri saya kejelasan minal analogi peristiwa apa dalam sejarah Islam yang dirawikan mengenai keharaman imunisasi…maksih, saya sekali lagi bnr2 awam…dan sdg berusaha mencari pijakan yang kuat

      • Avatar

        Yanurmal Mar 10 2011 - 9:06 am Reply

        Didalam Islam tidak riwayat yang menyatakan Imunisasi haram. Yang ada itu tuntunan mengenal zat-zat yang diharamkan Allah untuk masuk kedalam tubuh. Trus kenapa banyak yang mengatakan imunisasi haram. Sesungguhnya bukan imunisasinya yang haram tetapi zat yang terkandung dalam banyak vaksin yang digunakan untuk imunisasi tersebut mengandung zat-zat yang diharamkan. Kalau ditanya vaksin apa saja yang haram, saya tidak tahu secara detail. Yang bisa jawab tentu yang ahli/faham dengan zat-zat yang terkandung dalam vaksin tersebut.

  • Avatar

    Rama Dec 4 2009 - 8:38 pm Reply

    @ahmad: memang kata-kata awal anda saya dukung. tetapi ketika anda mengucapkan para peragu imunisasi….. wajar kita ragu ketika sesuatu yang haram dipaksa masuk kedalam tubuh kita. dan maaf jangan anda berfikir semua dokter mendukung imunisasi, saya punya teman yang seorang dokter juga yang juga menolak imunisasi. dan juga ada kenalan sekelompok tenaga kesehatan di daerah banjarbaru kalimantan selatan yang menolak imunisasi.dan apakah juga saya akan membuang kenangan saya tentang korban-korban dari imunisasi itu sendiri dan sekali lagi jangan berfikir jumlahnya sedikir. kalo anda hitung-hitungan soal pengorbanan syuhada menurut saya Indonesia ini lebih tidak menghargai jasa para syuhada-syuhada yang berperang untuk kemerdekaan indonesia agar bisa menerapkan hukum islam di tahah airnya sendiri.

  • Avatar

    Rama Dec 4 2009 - 8:45 pm Reply

    @Yanurmal: saya sangat mendukung perkataan anda.carilah dokter yang benar-benar mau menyembuhkan pasiennya. coba kita bayangkan seandainya manusia itu semuanya sehat… kira-kira apa yang akan dilakukan dokter… saya yakin bisa banyak dokter kapitalis yang akan bunuh diri.tetapi saya juga yakin akan ada sedikit dokter yang bahagia karena tidak perlu mendengar kesakitan orang lagi.karena saya melihat pekerjaan dokter yang sekarang ini lebih banyak gimana cara bisa cepat menjual obat jadi bisa dapat bonus dari produsen obat.bukan lagi murni menyembuhkan.

  • Avatar

    Rama Dec 4 2009 - 8:48 pm Reply

    @semua:kalo anda mengingat kejadian sebelum haji dimana vaksin meningitis ternyata dari babi, MUI dengan fatwanya menghalalkan virus dari flu babi karena untuk kesehatan. tetapi disini saya memberikan pendapat aja.kalo saya tidak mendukung fatwa mui dan cenderung menyalahkan karena yang haram itu jelas yang halal itu jelas.dan ternyata di malaysia ada vaksin meningitis yang terbuat dari zat yang halal. kenapa indonesia tidak mau yang halal. dan itu berarti bukan keadaan darurat lagi karena kalo ada yang halal kenapa harus yang haram.

  • Avatar

    Yanurmal Dec 15 2009 - 3:21 pm Reply

    Berikut ini informasi resmi dari WHO.

    “In the absence of immunity induced by vaccination, human beings appear to be universally susceptible to infection with the smallpox virus.”

    “Dengan tidak adanya kekebalan yang disebabkan oleh vaksinasi, tampaknya manusia secara universal rentan terhadap infeksi dengan virus cacar.”

    Masih juga mau ambil resiko?

  • Avatar

    rayendra Dec 23 2009 - 8:18 pm Reply

    saya masih bimbang mengenai vaksin yg akan diberi anak saya,anak saya baru berumur 3 bln dan sudah terlanjur diberi vakasin.dan istri saya mendapat masukkan mengenai kandungan didlam vasin tersebut yg diharamkan oleh islam.dan membaca komentar2 diatas akhrnya saya mendapat sedikit masukkan walaupun saya harus mencari lagi artikel mengenai vaksin..untuk saat ini dan seterusnya ASI eksklusif lah vaksin anak saya. dan mengkonsumsi buah2an dan madu satu lagi KEYAKINAN kita kepada ALLAH SWT

  • Avatar

    Hj, Ummu Salamah, SH, Hajjam Dec 27 2009 - 12:44 am Reply

    Dr. William Hay menyatakan, “Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan.

    Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.” ….. (Immunisation:The Reality behind the Myth)
    Tahnik adalah tata cara imunisasi yang telah Rasul contohkan dan patut kita ikuti. Hadits berikut (dalam Kitab Shahih Muslim no. 3997) adalah dalil sunnahnya taknik:

    ???? ????? ???????? ???? ????? ?????? ????? ?????? ??? ??????? ?????????? ???? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????????? ???????????? ??????????? ??????????

    Artinya:
    “Dari Abu Burdah dari Abu Musa, dia berkata: Terlahir seorang bayi bagiku kemudian aku membawanya kepada Nabi SAW., Nabi memberinya nama Abdullah dan men-tahniknya dengan kurma”

    Wahai manusia yang berakal, siapakah yang menciptakan manusia Allah atau WHO? kalau manusia diciptakan oleh Allah maka yakin kepada aturan siapakah yang seharusnya ?

    Wahai sekalian manusia (seluruh manusia muslim/non muslim), makanlah yang halal lagi baik dari apa yang ada di bumi (halal cara mendapatkannya,baik menurut Allah yang Alami) dan jangan ikuti langkah setan karena setan musuh yang nyata bagi mu (Aturan selain aturan Allah adalah aturan setan).

  • Avatar

    Hj, Ummu Salamah, SH, Hajjam Dec 27 2009 - 12:46 am Reply

    oh.. ternyata tulisan Arab tidak terbaca… afwan ya, jadi terlihat bentuk ???? bagaimana ini pak Yanurmal?

  • Avatar

    Hj, Ummu Salamah, SH, Hajjam Dec 27 2009 - 12:56 am Reply

    Diskusi dengan beberapa dokter, “ibu, dengan Imunisasi maka mengorbankan 1 orang tidak apa-apa, yang penting mampu menyelamatkan yang lain” lalu saya berkata, “bu dokter kalau yang 1 orang itu adalah anak ibu, atau yang 1 orang itu adalah suami ibu, apakah ibu rela? itukah yang mereka tanamkan ke dalam pemikiran ibu? sehingga membunuh 1 orang sebagai korban imunisasi tidak apa-apa?, mari kita baca Firman Allah:

    Dalam Islam, membunuh satu orang sama dengan membunuh seluruh manusia:

    Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (QS. Al-Maidah: 32).

    Manakah yang bu dokter yakini? pendapat dari orang sana atau Firman Allah dalam Al Quran?

  • Avatar

    rianto Jan 6 2010 - 1:23 pm Reply

    setelah membaca mendengar dan mengamati saya menjadi ragu dengan imunisasi karena saya melihat sendiri anak yang tidak diimunisasi ternyata lebih tahan terhadap penyakit dan klo sakit relatif lebih cepat sembuh daripada yang diimunisasi ,jangan2 imunisasi suatu tindakan yang kurang benar tapi dilakukan berjamaah,sehingga seolah benar karena yang menganjurkan adalah orang2 pintar dalam biadang kesehatan tapi tanpa melakukan penelitian sendiri tetapi hanya mendapatkan iformasi yang dibuat seolah-olah hasil dari uji klinis yang baik dan benar,terus terang sapai detik ini saya belum bisa mempercayai seorang dokter 100% walaupun dia seorang profesor,mohon maaf bila ada yang kurang berkenan

  • Avatar

    muhammad wildan Jan 23 2010 - 3:58 pm Reply

    Assalamualaikum.
    Saya mau cerita dikit tentang masa kecil sy. Waktu kecil sy sangat sering sakit2an, sering masuk rumah sakit, sering demam2, step, batuk, pilek, amandel, dll. Sy tdk tahu knp bs spt ini, bahkan setelah minum obat, justru banyak efek sampingnya mulai dari lidah bergetar, kelu, hingga halusinasi yg berlebihan. Sy ingat sekali, waktu masih kecil sy divaksin cacar, tp beberapa saat kemudian sy sakit cacar, So Buat Apa Saya DiVaksin Cacar kl akhirnya tetep sakit jg? ternyata istri sy jg begitu, begitu jg temen2, sodara2 sy, so buat apa di imunisasi kalo akhirnya sakit jg? Bgmn dg anda? pernah sakit cacar?
    Mungkin ga sih kita sakit2an justru karena imunisasi itu sendiri? justru karena minum obat?
    Soalnya saat ini kl sy sakit, sebisa mgkn ga minum obat, dan ternyata sembuh juga (alhamdulillah).
    Berarti tubuh kita jg punya imunitas tho! So, buat apa minum obat(pabrikan) kalo akhirnya dapet efek samping yg kadang lebih berat? Wallahualam../.

    • Avatar

      Rochma Dec 15 2010 - 2:29 pm Reply

      Iya mas saya juga di imunisasi waktu kecil cacar, campak tapi waktu besar juga kena cacar dan campak lagi. Sepertinya ibu saya mengeluarkan biaya untuk imunisasi, tapi saat dewasa saya terkena penyakit tersebut saya juga mengeluarkan jutaan untuk menormalkan kulit saya yang ada bekas scar nya….( dan samapi sekarang belum hilang juga bekasnya ) lalu waktu saya dulu di imunisasi gunanya untuk apa ya,jika waktu dewasa saya kena cacar lagi!! Say aberharap hal seperti ini tidak terjadi pada anak saya nantinya

  • Avatar

    Joko Santoso Jan 28 2010 - 3:08 pm Reply

    anak saya berumur 3 blan, Alhamdulillah sy lebih percaya dengan Allah dan Rassulnya, sejak lahir hingga saat ini, ibunya hanya mengkonsumsi MAdu asli, hasilnya Subhanallah…. jauh lebih baik dan sehat dari selalu mengkonsumsi susu tambahan

  • Avatar

    yulinda Feb 5 2010 - 1:04 pm Reply

    Buat semua teman-teman yang udah kasih komentar tentang imunisasi….!!!
    saya seorang ibu dengan putra 3,semua anak saya imunisasinya tidak lengkap, tapi alhamdulillah sampai sekarang anak saya jarang sekali sakit, paling kalo sakit, cuma pilek atau demam biasa tiga hari dah sembuh.

    Bicara masalah imunisasi, saya juga kader kesehatan yang tau bagaimana pentingnya imunisasi pada anak sedini mungkin dan itu saya kampanyekan pada masyarakat di tempat saya tinggal.

    Namun pada saat saya melahirkan anak kedua kami sekeluarga sangat bahagia karena yang lahir perempuan, karena di keluarga saya cuma saya satu-satunya perempuan, saking gembiranya saya berharap anak saya sehat dan dapat imunisasi lengkap tidak seperti abangnya yang tidak lengkap.
    Pada saat umurnya 2 Bulan (60 hr) saya bawa ke posyandu untuk di imunisasi pertama (BCG)dan langsung di tangani oleh dokter puskesmas, tapi pada saat saya bawa anak saya sedang tidak sehat, pada awalnya saya hanya minta di periksa dulu karena anak saya sedang pilek , tapi karena belum di BCG dokter minta sekalian di imunisasi , saya sempat menolak karena setahu saya anak kalo tidak sehat jangan di imunisasi, tapi okter bilang ngak apa-apa.. akhirnya saya setuju juga..

    Berawal dari imunisasi tersebut kebesokan harinya anak saya langsung mulai batuk-batuk,dan saya bawa konsultasi kedokter puskesmas tersebut tapi dokter tersebut keberatan kalo saya mengatakan bahwa anak saya batuk setelah di imunisasi kemarin, dengan alasan bahwa suntikan imunisasi BCG baru ada reaksi setelah 1 bulan….

    Saya kecewa karena setelah perinstiwa itu akhirnya anak saya sakit-sakitan sampai 1 setengah bulan, dan di sampai di opname di RS, dengan hasil rongent seluruh paru-parunya penuh dengan kotoran dan akhirnya anak saya meninggal….

    Peristiwa itu membuat kami sekeluarga trauma bahkan ayah saya tidak membolehkan lagi anak saya di imunisasi…

    kejadian serupa juga di alami oleh ibu lain di wilayah saya dan saya termasuk orang yang meng advokasi kasus tersebut karena saya bersama teman-teman organisasi membentuk Asosoasi Peduli ibu dan Anak ( ASPIA)..

    Untuk kasus lain ini anaknya di datangi petugas kerumah guna melakukan imunisasi BCG…awal kejadian..suntikan pertama gagal, kemudian di lakukan suntikan kedua pada jam dan waktu yang sama, namun apa yang terjadi..??? anak ibu tersebut terjadi pendarahan di tangannya karena pada saat suntukan itu di lakukan terkena Vena tunggalnya dan langsung kejang sampai akhirnya trauma sampai 2 bulan….

    yang paling menyakitkan..pihak petugas dan pemerintah saling buang badan..bahkan para dokter ahli tidak bisa berbuat apa-apa..jawabannya bahwa anak tersebut terkena bakteri…di tanya bakteri apa..ngak tau…

    Bahkan seluruh biaya perawatan dan pengobatannya tidak di tanggung oleh pelaku dan pemerintah……dan sampai sekarang anak tersebut hidup dengan keadaan tidak normal dengan kepala membesar…

    Pertanyaannya adalah…Di saat sebuah program gagal siapa yang bertanggung jawab atas kegagalan program tersebut…!!!!!

    Demikian untuk dapat di jadikan renungan kita bersama…percaya tidak percaya semua kembali kepada diri masing-masing…!! karena Allah Berkuasa atas ciptaannya!!!!!

  • Avatar

    Hj, Ummu Salamah, SH, Hajjam Feb 17 2010 - 2:55 am Reply

    Wahai Rabb…raja dari segala raja di langit dan di bumi, Penguasa sekalian alam yang terbentang dari utara, timur , selatan dan barat. Sudah terlalu banyak cerita sedih yang hamba terima dari para ibu dan para ayah di kota-kota di hampir seluruh Indonesia, sudah puas hamba menangis di malam-malam senyap ketika suami dan anak-anak hamba telah tidur terleleap.

    Wahai Rabb seru sekalian alam,sungguh pedih memikirkan umatMu yang penuh dengan kebimbangan. sungguh pilu mendengarkan kisah-kisah sedih yang mereka lontarkan,
    Sungguh miris melihat kenyataan begitu tipis keyakinan umatMU kepada FirmanMu, kepada ajaran RasulMu. Sungguh hati dan pemikiran sebagian umatMu telah terkikis keyakinannya tehadap FirmanMu. dan percaya serta taklid buta kepada musuh-musuhMu.

    Kapankah keselamatan umat ini dapat ternaungi oleh Rahmat dan cinta Mu yang meliputi seluruh langit dan bumi, kapankah umat Mu ini dapat hidup sejahtera dalam lindungan naungan cara hidup sehat sesuai contoh Rasulullah SAW ,Kapankah umat Mu ini dapat terlindungi oleh sistem Islam yang Kaffah ?

    Ya .. Rabb..kami sadari kekurangan kami, kami paham keterbatasan kami, tapi kami mengharapkan pertolngan dari Mu ya..Rabb.. pertolongan Mu yang dapat meluluhkan hati-hati kami yang membeku dan engggan bersegera berlari kepada keampunanMu yang luasnya seluas langit dan bumi.

    kami mengharapkan pertolonganMu yang dapat meluluhkan hati kami untuk bersegera bertempur di medan Jihad dan mengorbankan harta dan nyawa kami untuk keselamatan umat.mengorbankan harta dan nyawa kami untuk dipersembahkan atas dasar rasa cinta dan taat kepadaMu.

    Kami masih takut bila jabatan kami terlepas dari genggaman, kami takut tidak bisa makan, kami takut kekurangan uang, kami takut akan ancaman yang dapat membawa maut, ketika kami harus melangkah tuk berlari kepada AmpunanMu. Ketika kami harus bertempur melawan hawa nafsu kami.Ketika kami harus bertempur anatara kesenangan dunia dan ketakutan berjihad di jalan Mu.

    Ya..Rabb..berilah kami kekuatan, berikan kami pemikiran cemerlang , sehingga kami kuat untuk segera melepaskan diri kami dari belenggu kecemasan dan ketakutan kepada selain dari Mu.
    Sehingga kami kuat untuk tunduk patuh hanya kepada aturanMu dan Hukum Mu.

    Ya.. Rabb.. Kuatkan kami untuk dapat berjuang demi keselamatan umat manusia dari sistem kufur yang jahat ini, kuatkan kami untuk rela mengorbankan harta dan nyawa untuk kesejahteraan seluruh manusia , alam dan kehidupan.

    Memperjuangkan tegaknya Hukum Mu, Aturan Mu di segala bidang keilmuan, baik itu IPOLEKSOSBUD , Pemerintahan, pendidikan, kesehatan, militer dan seluruhnya. Agar mampu menyelamatkan manusia ,alam dan kehidupan di muka bumi ini, sehingga Islam sebagai Rahmat bagi sekalian alam benar-benar terwujud.

    Allahuma arinal haqo haqon warzukna tiba’ah wa arinal bathila-bathila war zukna tinabah, Allahumma inna nas’aluka daulatan khilafatan Rasidhatan ala min haji nubuwah. Amin

  • Avatar

    Hj, Ummu Salamah, SH, Hajjam Feb 27 2010 - 10:00 pm Reply

    Untuk saudara-saudaraku yang berminat untuk hadir di acara seminar/bedah buku, Imunisasi Dampak Konspirasi dan solusi sehat ala Rasulullah SAW. Hadirlah di Gedung Graha Sucofindo Cibitung, Bekasi.Tanggal 28 February 010, Pembicara: Hj. Ummu Salamah, SH, Hajjam, dan dr. Zaidul Akbar. Tiket Rp 20.000,-hubungi Panitia .081398625355

    • Avatar

      elin Jan 9 2011 - 4:28 pm Reply

      assalamualikum….
      ummu,..kalau bukunya bisa didapatkan d toko2 buku ga??saya tinggal di daerah tasikmalaya ingin membaca buku ummu salamah.kalau konsul ke ummu lewat media apa??
      terus kata bidan wanita sedang hail pertama juga harus diimunisasi usia 4bulan dan 7 bulan???

  • Avatar

    herlina Aug 14 2010 - 11:25 pm Reply

    ass wr wb

    jazakallah atas infonya…tp gmn ya sy sdh terlanjur mengimunisasi anak sy yi ; hep b1 & polio 1 pd usia 11 hr, usia 1 bln bcg, usia 2bln dpt,hib,polio dgn vacine dr sanofi pasteur, usia 3 bln hepatitis 2…saat ini usia anak sy 3,5 bln….gmn solusinya bu ummu salamah?sy jd takut thdp pkembangan kecerdasan otak anak sy stlh sy melihat video bahaya merkuri thdp sel otak…makasih
    wassalam

  • Avatar

    hamzah Sep 29 2010 - 12:21 pm Reply

    assalamu’alaikum.tlng minta kirim no bu Hj,ummu salamah ke no.085295792405.trimaksihbanyak.

  • Avatar

    andi Oct 17 2010 - 8:41 pm Reply

    saya sependapat,

  • Avatar

    andi Oct 17 2010 - 8:46 pm Reply

    jazakallah atas infonya…tp gmn ya sy sdh terlanjur mengimunisasi anak sy yi ; hep b1 & polio 1 pd usia 11 hr, usia 1 bln bcg, usia 2bln dpt,hib,polio dgn vacine dr sanofi pasteur, usia 3 bln hepatitis 2…saat ini usia anak sy 3,5 bln….gmn solusinya bu ummu salamah?sy jd takut thdp pkembangan kecerdasan otak anak sy stlh sy melihat video bahaya merkuri thdp sel otak…makasih
    wassalam

    • Avatar

      Yanurmal Oct 18 2010 - 10:23 am Reply

      Pak Andi, Allah telah memberikan system imunitas yang baik buat anak. Agar system imunitas itu bekerja dengan baik, anak harus diberi asupan makanan yang HALAL dan THOYYIB (gizi yang cukup). Hindari makanan yang mengandung pewarna buatan, perasa buatan, penyedap buatan. Jangan lupa berdo’a agar zat-zat haram yang sudah dimasukkan dengan paksa ketubuh anak bapak diampuni oleh Allah.

  • Avatar

    nool Oct 21 2010 - 6:26 am Reply

    Kepada para pembaca, Saya tidak dalam posisi proponent atau opponent terhadap imunisasi, saya hanya menyarankan untuk lebih menyikapi informasi secara kritis. Di dalam judul video jelas ‘How Mercury Destroys the Brain’ bukan ‘How Vaccine Destroys the Brain’, dan dalam video tidak ada kata2 vaccine yang ada adalah mercury sebagai zat yang beracun untuk saraf atau neurotoxin dan itu sudah diketahui umum.
    Pertanyaan saya, apakah vaccine yang dipakai mengandung mercury? Setahu saya vaccine yang dipakai secara massal tidak lagi menggunakan mercury atau bahan bahaya lain spt thimerosal yang menyebabkan autis. Kalaupun dipakai hanya terbatas pada penelitian. Sebenarnya dasar teory imunisasi sudah diperkenalkan sejak zaman Ibnu Sina yang menyatakan manusia akan mendapatkan kekebalan buatan dengan jalan memaparkan kepada penyebab penyakit. Wallahualam bissawab

    • Avatar

      Yanurmal Oct 24 2010 - 1:35 pm Reply

      To nool

      Bisakah anda beri rujukan sumber yang bisa diakses secara umum tentang kandungan vaksin dibawah ini dan proses pembuatannya. Untuk memastikan (tidak hanya “setahu saya”) bahwa tidak ada mercury atau zat berbahaya lainnya yang terkandung didalamnya.

      Karena selama ini formula vaksin itu sangat susah diketahui kecuali setelah ada pihak terkait yang mengungkapkannya. Dan kita sudah terlanjur kebablasan menggunakannya.

      Hep I, BCG, CPT I, Hep II, Polio I, Combo II, Polio II, Combo II, Polio III, HIB I, HIB II, Campak, HIB III, IPD I, Varicella, MMR

      Karena vaksin tersebut diatas adalah vaksin favorite dokter2 anak.

  • Avatar

    arya Nov 4 2010 - 3:30 pm Reply

    maaf klo masalah imunisasi saya kurang tahu tapi menurut pemikiran saya yang sangat bodoh imunisasi maupun vaksinasi adalah proyek masal untuk menjaga bayi dasarnya tapi klo di liat di lapangan malah jadi proyek
    1. pengurangan pertumbuhan manusia dini
    2. proyek kedokteran ( income )
    3. dll

    dari jaman dulu hingga kini angka kematian bayi selalu bertambah, bayi cacad selalu bertambah, jenis penyakit pun terus bertambah

    mungkin yang harus kita cari adalah sumber dari semua itu.

    1. banyaknya konsumsi makanan dan minuman instan
    2. banyaknya vitamin tambahan
    3. dll

    jadi kita di haruskan kembali kepada makanan, dan minuman alami, sukarno dan suharto juga tidak mengenal vaksin maupun imunisasi, dia pintar dan bisa memimpin negri ini

    yang jelas itu adalah proyeklah….
    klo anak yang sakit sedikit dokter dan bidan melarat……………..

    dengan adanya proyek imunisasi ya.. liat aja sendiri

  • Avatar

    jamal Nov 14 2010 - 3:43 pm Reply

    Untuk Semua Yang Koment;

    Yang Pastinya Bapak” dan Ibu” sekalian..waktu balita alias bayi, ada di imunisasikan…,, ( Mantan Bayi Imunisasi ). Tapi…kok sekarang diperdebatkan….apa efeknya telah muncul sekarang ya….,,
    Jadi, jangan salahkan imunisasi..,,
    Yang Pastinya, Pemerintah,menkesra, dan ulama lebih tahu akan hal imunisasi…..,,tidak mungkin 100% imunisasi diadakan,kalo banyak mudaratnya..,,
    Saya bukan Dokter,atau aparat pemerintah,,

    Tapi saya harap pada sdr/i yang tidak setuju dengan imunisasi,untuk membuktikan analisa,penemuan anda bahaya imunisasi disampaikan pada pemerintah atau deptmen kesehatan jika itu benar…jika itu benar dan tidakt disampaikan…maka sdr/i sendiri yang akan mempertanggung jawabkan dihadapan Allah karena telah menyembunyikan kebenaran untuk umat manusia.

    Wallahhualam..

  • Avatar

    ahlus sunnah Nov 15 2010 - 5:00 pm Reply

    Bagi mereka yang peduli pada anak2. . .

    http://www.wattpad.com/742753

    BACALAH

  • Avatar

    tjenarvi Dec 1 2010 - 7:55 pm Reply

    Hi teman,

    saya udah baca semuanya, adakah kenalan Dokter yang bisa saya hubungi mengenai penolakan imunisasi ini? saya di jakarta.

    Trims

  • Avatar

    tjenarvi Dec 2 2010 - 5:01 pm Reply

    Benar atau tidak benar, yang namanya OBAT KIMIA, selamanya akan saya tinggalkan dan jadikanlah itu jalan terakhir !!

    Kalau tidak, silahkan buktikkan terapi urine

  • Avatar

    ummu salamah Dec 11 2010 - 4:04 am Reply

    untuk membuang racun vaksin dari tubuh manusia, maka lakukan Bekam, pasien saya yang terkecil adalah anak usia 1 1/2 tahun yang terkena vaksin, saya bekam 1 titik. Alhamdulillah setelah di bekam, yang tadinya panas tinggi selama 3 hari menjadi reda.

    Pembuangan Racun Vaksinasi dari dalam tubuh melalui BEKAM sangat efektif. silahkan bagi yang berminat konsultasi di 021 74639255 / 081398665033

  • Avatar

    Firman Dec 16 2010 - 12:13 pm Reply

    buat apa diperdebatkan??? intinya cuma 1 back to nature. coba kita tengok jaman nenek moyang kita atau jaman para nabi. apakah dahulu kala nenek moyang kita saat bayi mendapat vaksin??? jwbnya tidak. mari kita sama-sama kembali belajar cara cara sehat menurut islam dalam al-quran. menurut saya
    vaksin yang paling mujarab sejak dulu kala adalah ASI (air susu ibu). just it..

  • Avatar

    L 10 N S$ Dec 21 2010 - 8:45 pm Reply

    ASS… SALAMAT KAUMKU SEMUANYA.
    SEYA EMNGALAMI SESUATU YG BESAR 2 HARI SEBELUM TULISAN INI SAYA SAMPAIKAN KE PUBLIK. ANAK SAYA Natama MF Simbolon’01’07’2010′. HAMPIR KAMI KEHILANGAN DARI KEJADIAN IMUNISASI. DENGAN PANAS YANG TINGGI HINGGA MEMBUAT ANAK SAYA YANG BARU BERUSIA 5 BULAN 21 HARI PADA TANGGAL TERTULUSNYA DI SUREL INI, MATANYA BERBOLAK BALIK MENGGIGIL DAN KEJANG-KEJANG DAN KEHILANGAN DAYA RESPON BAIK INDRA PERASA, PERABA PENDENGARAN SEJAK DI IMUNISASI 12 SEJAK PAGI DAN MELAMI HAL TERSEBUT SELAMA 6 JAM YANG HINGGA BERUJUNG KERUMASAKIT “TURSINA” DURI PEKANBARU RIAU, INDONESIA 28884.
    SEHUBUNGAN DENGAN ITU 2 HARI DIRAWAT DI RUMAH SAKIT TERSEBUT. DAN APA KATA BIDANNYA SAAT KAMI MINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA? ITU BUKAN KESALAHANNYA. DAN ITU ALAMI. ILMIAH KAH ITU? PADAHAL KAMI MINTA KESEDIAANNYA UNTUK MENDAMPINGI KAMI PADA SAAT KEJADIAAN SELAKU BIDAN YANG BERSANGKUTAN BELIAU SACARA TIDAK MAU DATANG ATAU MENEMANI MAUPUN MENINJAU KEADAAN ANAK KAMI.
    ANAK SEDINI DAN SEPARAH ITU KEADAANNYA. KAMI MINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA. BELIAU HANYA BERKATA BIAR SAYA BAYAR SEMUA PENGOBATAN ANAK ANDA DAN MENGATAS NAMAKAN SAYA INI MUSLUM, DAN HANYA TUHAN LAH YANG TAHU.
    2 KALI KAMI BERBICARA TATAP MUKA SELAMA DIRUMAH SAKIT TIDAK ADA PERTANGGUNG JAWABAN BAIK SECARA TERTULIS MAUPUN PIHAK YANG JELAS SUDAH TAHU SEJAK PAGI HARI PERTAMA KALI KIMU BERKERATAN DAN MENGAJUKAN KOMPALINASI ATAS PENANGAN IMUNISAI PADA ANAK KAMI. SAAT ITU PIHAK RUMAH SAKIT ‘THURSINA DENGAN SEGERA UNTUK PERTAMA KALINYA LANGSUNG MENDATNGI KAMI YANG MENGAKU SEBAGAI KEPALA HUMAS RUMAH SAKIT TERSEBUT DIA YANG BERKATA. DAN DISITU SAYA SAMPAIKAN TENTANG KEJADIAAN ATAS KEBERATAN KAMI TERHADAP KEJADIAN YANG MENIMPA ANAK KAMI. NAMUN DARI PEMBICARAAN PERTAMA ANTARA SAYA DENGAN BIDAN ANAK SAYA DIRUMAH SAKIT TERSEBUT BIDAN MENGATAN BELIAU TIDAK BERTANGGUNGJAWAB. PDAHAL HUMAS MENGATAKAN KEAPADA KAMI SILAKAN BICARAKAN BAIK-BAIK DIMANA KAMI KEDUA BELAH PIHAK DITENGAHI OLEH PERAWAT DARI RUMAH SAKIT TERSEBUT.
    NAMUN PADA SAAT DOKTER MENGATAKAN BOLEH PULANG BIDANG HUMAS TIDAK DAPAT DITEMUI SEBAGAI PENENGAH KAMI, KARENA ATAS KEBERATAN KAMI BAHWA KETIDAK BERSEDIANYA BIDAN ANAK SAYA UNTUK BERTANGGUNGJAWAB. SAYA CURIGA. ADA APA???????????
    PADAHAL PADA SAAT PEMBEICARAAN PERTAMA SAYA SUDAH MENYAMPAIKAN, BAHWA KARENA BIDAN TIDAK BERTANGGUNGJAWAB SAYA MINTA SELURUH PENGOBATAN DAN PENANGAN PENYAKIT ANAK SAYA HARUS DIPEROTEK SECARA BAIK DAN HARUS ADA KONSULTASI DAN TRANSFARANSI KEPADA SAYA BAIK ARSIF MAIPUN TINDAKAN. MASALAH BIAYA JANGAN DIRAGUKAN DAN TAK PERLU DIKHAWATIRKAN. PADA SAAT ITU PERAWAT MENGATAKAN (“OK”)
    TAPI SETELAH KAMI MNGUSULKAN CEK ADMINISTRASI KARNA SUDAH DIBOLEHKAN PULANG. ITU SEMUA “NOL”
    ADA APA…. ?????????
    KAMI TANYAKAN HAL-HAL PENYEBAB TERJADINYA ANAK SAYA SEDEMIKIAN RUPA ADALAH AKIBAT PENYUNTIKAN “IMUNISASI” TERINFEKSI PADA DARAH DARI PENYUNTIKAN YANG DILAKUKAN OLEH BIDAN TERSEBUT PADA SAAT “IMUNISASI” JUGA.
    KEPADA KHALAYAK UMUM MOHON KIRANYA BENAR2 MEMPERHATIKAN KELAKAN PRAKTEK, ORANGNYA, DAN TNYANKAN OBATNYA. SERTA KEBERSEDIANNYA UNTUK MENANGANI KEBERLANGSUNGAN PERAWATAN APA BILA DIPERLUKAN.
    SAMPAI SEKARANG SAYA MASIH KEBERTAN DATA-DATA MASIH SAYA AFLYKASIKAN SEDEMIIAN RUPA.
    INFO DARI DAN MASUKAN SAYA TERIMA DI
    email: lioni_ds@yahoo.com
    ph+628526470012/ Lion s
    Terimaksih

  • Avatar

    rinda Dec 29 2010 - 8:10 am Reply

    Sy bukan muslim tapi saya berniat menerapkan imunisasi alami untuk putri kedua saya. Putri kedua saya Down Syndrome, berangkat dari situ saya sangat berhati-hati atas segala yg masuk ke tubuhnya agar kondisinya menjadi lebih baik….termasuk salah satunya vaksinasi…..dengan segala macam logam yg terkandung dlm imunisasi yg dpt mempengaruhi otaknya, sy memutuskan menggunakan homeopathy imunization…….saya minta imunisasinya ke naturopathy (kebetulan ada di Bali)….sy baru saja mulai, jadi blm tau gmn hasilnya….mudah2an berdampak positif…..

  • Avatar

    Hafiz Jan 1 2011 - 9:11 pm Reply

    Sebaiknya kita semua disini menambah ilmu pengetahuan tentang IMMUNOLOGY. Sistem kekebalan tubuh manusia tidak sesederhana yang kita pikirkan.Memang tubuh manusia sejak lahir telah dibekali immunitas, namun imunitas yang diturunkan oleh ibu kepada bayinya tidaklah cukup untuk si bayi semasa hidupnya, oleh sebab itu dibutuhkan immunisasi. Mungkin ada yang berpendapat lebih baik mendapat sistem imun secara alamai, walaupun secara alami, menurut saya lebih beresiko. Misalnya bila kita ingin mendapatkan kekebalan pada penyakit Hepatitis B, apa kita perlu menderita Hepatitis B terlebih dahulu. Padahal bila kita terkena penyakit Hepatitis B, bisa berupa akut dan kronik, dimana akan lebih sulit untuk sembuh, apalgi udah kronik bisa menjadi penyakit sirosis hepatis, suatu penyakit hati yang paling vang paling fatal. Oleh sebab itu tubuh kita butuh di immunisasi, dengan cara di vaksin. Vaksin itu merupakan virus yang dilemahkan, bukan virus pada saat kita terserang penyakit. dengan masukknya vaksin ke dalam tubuh, maka tubuh kita akan bereaksi dengan membentuk sistem imun berupa Sel T, Sel Plasma dan juga Sel memori. Sel memori inilah yang kita butuhkan untuk pertahanan sistem imun kita kedepannya. Bila kita terkena penyakit telah ada Sel Memory yang telah mengenal virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh, sehingga efek yang timbul oleh penyakit tersebut menjadi tidak terlalu berbahaya dibanding dengan orang yang tidak diimunisasi. Kalau masalah nilai resiko, sebaiknya kita membaca ilmu EPIDEMIOLOGI, dimana kita bisa tau berapa % anak-anak yang tidak diimunisasi menjadi sakit, dan berapa % anak-anak yang diimunisasi menjadi sakit.

    • Avatar

      aslan Dec 3 2011 - 3:06 pm Reply

      yah maklum lah mas hafiz….orang2 ini sebenarnya awam tentang imunisasi….mreka ngutip2 pendapat orang ini lah itu lah….tapi apa brani mereka jamin kalo sebenarnya orang2 itu ndak berkonspirasi biar kita menolak imunisasi trus anak2 kita mudah sakit?trus lagi orang2 yang bilang setelah imunisasi kena ini lah sakit itu lah apa sudah dibuktikan secara ilmiah kalo memang penyebabnya imunisasi ato hanya persangkaan belaka?saya telah melihat realita bahwa penderita difteri di jatim yang meninggal semuanya belum terpapar imunisasi.jadi mereka tidak pernah memiliki kekebalan terhadap toxin difteri yang mematikan.berbeda dengan yang sudah diimunisasi.memang imunisasi tidak menjamin seseorang tidak bakal sakit tapi setidaknya ada proteksi agar bila terkena suatu penyakit tidak sampai parah dan terjadi komplikasi.saya pengen tanya ni sama bu ummu salamah..apa ada jaminan kalo anak saya nda imunisasi trus menerapkan apa yg di ajarkan sama beliau untuk pake habatus saudah, madu dll trus anak saya g bakal terkena hepatitis B?ato kalo kena tidak sampai cirosis?atau anak saya g akan kena campak ato kalo kena campak tidak sampai pneumoni ato mengalami kebutaan?be smart gan….jangan copas sini copas situ

    • Avatar

      Dalili May 3 2012 - 3:46 pm Reply

      Hepatitis B boleh dijangkiti hanya melalui perkongsian jarum suntikan, dari ibu kepada anak yg dilahirkan dan melaui hubungan kelamin.. Junteru mengapa bayi yang baru lahir perlu divaksinasi Hepatitis B sekiranya ibunya tiada penyakit Hepatitis B?

  • Avatar

    Agus Prayitno Jan 5 2011 - 8:59 am Reply

    lahir anak saya 2007 telah diimunisasi tapi malah sering sakit terus lahir anak kedua juni 2010 hingga kini sehat walafiat dan TIDAK DI IMUNISASI hingga kini.ALLHAMDULILLAH HINGGA KINI ANAK SAYA TIDAK MUDAH TERTULAR PENYAKIT DILINGKUNGAN KAMI.( dan tidak satu tetespun cairan kimia masuk ketubuh anak saya hinga kin i termasuk obat garapan dokter yang hanya bisa meredakan rasa sakit saja dan tidak menyembuhkan ).terus anak kami yang pertama MENINGAL DUNIA 24 desember 2010. dengan keadaan kurus diponis kurang gizi karena dokter tidak bisa mendiaknosa penaykit yang diderita anak saya. SAYA YAKIN INI AKIBAT DARI VAKSIN YANG DISUNTIKAN KETUBUH ANAK SAYA, KARENA DIA TIDAK KUAT MENAHAN VIRUS ITU. Semoga ini menjadi contoh buat kita semua.

    Wassalam
    Agus Prayitno
    Pamulang Permai II
    Jl.Benda Barat 13b Blok D35 No.10
    0856 1433150 – 94445766
    qnada1107@gmail.com

    • Avatar

      aslan Dec 3 2011 - 6:10 pm Reply

      tahu dari mana kalo ga tahan sama virusnya?dah dibuktikan atop hanya prasangka?jangan2 samean yang nda becus ngurus anak sampe kurus trus meninggal?betul ini jadi contoh bahwa masih banyak orang bodoh…..

      • Avatar

        Tom Jan 8 2012 - 11:23 pm Reply

        maaf, sepertinya anda orang yang SANGAT PINTAR, dan begitu paham tentang imunisasi, belajar di sekolah kedokteran kah? tidak heran jika PRO IMUNISASI, karna informasi yg anda dapat menggiring anda ke pemikiarn seperti itu, coba jika anak anda sendiri yg meninggal atau sakit setelah diberi imunisasi, pasti juga akan terbersit “apakah ini sesab imunisasi?” bisa jadi malah trauma dg imunisasi, jadi kesimpulannya pola pikir “menerima” atau “menolak” imunisasi tergantung dari latar belakang pengetahuannya, pengalaman dilapangan, serta keikhlasan dalam menyehatkan masyarakat (karna banyak dokter yg berorientasi bisnis) . nah, agar anda mendapat informasi dua arah sebaiknya coba baca dengan fikiran terbuka (tidak taklid buta dengan ilmu kedokteran) artikel-artikel lain yg berseberangan, contoh di sini http://www.mercola.com/ , http://www.wattpad.com/742753 , yg lain tanya sama google, maaf sekali lagi , saya lebih menghargai jika anda tidak menggunakan kata kasar dalam berkomentar seperti di atas. salam…

      • Avatar

        raini May 31 2012 - 3:34 pm Reply

        bung Aslan : tolong perhatikan bahasa yg anda gunakan. Anak bpk Agus faktanya kan meninggal. Jadi tolonglah ada sedikit empati. Anda dokter bukan? Krn sayang sekali kalo seorang dokter berbahasa spt itu —–> jangan2 samean yang nda becus ngurus anak sampe kurus trus meninggal?betul ini jadi contoh bahwa masih banyak orang bodoh

  • Avatar

    Ummi Pizza Jan 12 2011 - 1:58 pm Reply

    mhn mf sblmny, sejujurnya saya msh bingung dgn mslh imunisasi ini… 2 hari yg lalu putri sy yg berumur 2 bln diimunisasi utk ke 2 kalinya, disuntik di paha… pada malam hari setelah imunisasi itu, tubuhnya panas, dan paha yang disuntik itu membengkak dan memerah… untunglah pagi harinya, suhu tubuhnya turun, tidak terlalu panas lg… menurut bidan dan orang2 disekitar sy, hal itu biasa terjadi pada anak yg diimunisasi… apakah memang benar seperti itu ??? dan setelah membaca tentang bahaya imunisasi ini, sy jd ragu utk mengimunisasi putri sy lg… krn sy bingung, apkh imunisasi itu berbahaya atau bermanfaat ??? klo bs, tlg dijelaskan secara detil ttg kandungan zat dlm imunisasi, manfaat dan bahayanya… trims…

  • Avatar

    harisreski Jan 13 2011 - 10:39 pm Reply

    Saya terhitung masih baru menjadi orangtua, anak saya kemaren tgl 10 januari 2011 tepat berusia 3 bulan dan telah mendapatkan 2 kali imunisasi.
    Hari ini saya mendapatkan email dari teman tentang bahaya vaksinasi dan imunisasi yang kemudian mendorong saya untuk googling mengenai info tsb hingga sampai pula di blog ini.
    Yang saya ingin tanyakan ke bapak ibu sekalian, supaya informasi berimbang dan kita lebih mudah mengambil keputusan, adakah dari bapak ibu sekalian yang punya data valid berapa persen tingkat kejadian kegagalan atau pengaruh negatif dari imunisasi?
    Maksud saya seperti komen2 awal diatas, bahwa tidak ada jaminan 100% jika imunisasi anak akan selalu sehat dan demikian pula juga tidak ada jaminan 100% jika tidak diimunisasi akan selalu sehat, jadi lebih tinggi mana persentase kemungkinan anak jadi sehat dengan diimunisasi atau tanpa diimunisasi? lebih besar mana resiko untuk menjadi sakit, apakah dengan diimunisasi atau tidak diimunisasi???

    Yang melandasi saya dalam hal imunisasi ini adalah saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya, nah apakah imunisasi itu memberikan hal yang baik ataukah justru hal buruk ke anak, saya masih bingung dan saya masih mencari jawabannya…

  • Avatar

    Bunda Zidan-Gaza Jan 27 2011 - 3:27 pm Reply

    Sejak awal menikah sy dan suami sdh membuat kesepakatan bahwa kami tidak akan menggunakan obat2 kimiawi dan imunisasi. Bahkan sbelum menikah pun sy tdk suntik imunisasi spt yg dilakukan kebanyakan pasangan yg akn menikah. Semenjak hamil pun sy tdk mengkonsumsi obat2n kimia, kalo skt sy cukup dg minum obat tradisonal dan mengkonsumsi habbatussauda plus madu. Alhamdulillah ktk persalinan anak pertama tdk ada kendala apapun, anak sy lahir sehat, sempurna dg berat 3,5kg panjang 50cm. Sejak lahir anak pertama sy pun bgt tdk di imunisasi sm sekali bahkan tidak pernah mengkonsumsi obat kimia bahkan utk makan pun sy bikin bubur tim sdr (yg tdk ada bahan pengawet),ASI eksklusif selama 6 bulan, dan minum ASI smapai 2th. Sekarang anak pertama sdh 4,5 th alhamdulillah di tumbuh sehat, cerdas dan membanggakan. Jarang sakit, kena diare smp umur segini cm 4 kali, sakit paling2 cm batuk,pilek, panas. Alhamdulillah. Begitupun dg anak kedua, sekarang umurnya sdh 4.5 bln saat ini beratnya sdh 9kg, tanpa imunisasi, ASI eksklusif, alhamdulillah sehat. Jadi kesimpulannay imunitas itu selain sudah ada di dalam tubuh kita juga bs kita bentuk secara alami, tnp harus melalui vaksinasi.
    ALLOH itu Maha Sempurna, DIA sdh menciptakan manusia dg begitu sempurna, manusia diciptakan dg imunitas yg tentu sempurna jg. Contoh kecil sj, ktk suhu lingkungan naik kita berkeringat tnp kita minta tujuannya agr menstabilkan suhu badan, ktk ada debu spontan kita akan bersin krn debu adl benda asing yg akan msk ke dlm tubuh, dg bersin benda asing akan kluar dan tdk jd msk ke dlm tubuh.
    Selain itu sy dan suami jg dpt informasi dr seorang teman(Doktor jurusan Biologi) beliau melarang kami utk memberikan imunisasi jk punya anak.
    Sy sih ckp melihat bukti sj.. kedua anak sy tnpa imunisasi ttp tumbuh sehat, tanpa kurang satu apapun.
    Wallahu’alam…

  • Avatar

    Cahyadi Jan 29 2011 - 7:28 pm Reply

    ini link web yang tidak sependapat dengan anda….

    http://lita.inirumahku.com/health/lita/ajakan-menolak-imunisasi/

  • Avatar

    bunda nau2 Feb 18 2011 - 9:56 am Reply

    aslm…

    setelah membaca komen2 diatas sprtiny sudah mulai trbentuk blok pro n kontra. alhmdulillah, ortu skrg dah mule kritis ttg ilmu2 kdokteran (bukan brarti mragukan lho..)

    berhubung penulis blog anti imunisasi, maka beliau akan tetap keukeuh dg pendapatny. smntara yg pro, jd gregetan u/ menanggapinya…
    sah-sah saja….namun yg jelas jgn ada ‘dendam pribadi dlsbny yg mbuat hati kita “tertutup” u/ hal2 yg baik n benar (lagi2 smua mrasa mnyampaikan hal yg baik n benar…jd tmbh bingung hehe…)

    yowiz la…yg pasti setiap ortu akan memilihkan yg trbaik u/ anak2ny dg dasar pmahaman pola pikir masing2 jd tdk perlu saling memaksakan opini pribadi.

    INGAT!!
    dlm islam ada 2 penyebab utama “hati” mnjadi tdk stabil:
    - Syubhat (kraguan) n syahwat (keinginan)

    so, jika naluri mulai ‘ragu’ maka tinggalkan
    namun jika ‘tdk ragu’ dg alasan2ny..lanjutkan.

    Hati kita kan milik Allah…Dia yg mnguasai dan mbolak balik hati kita…

    so, biar “hati” kita stabil, maka:
    - cari ilmu ny..(alqur’an, hadist, pndapat ulama)

    - berdo’a agar dberi ktetapan hati atas sesuatu yg haq….wallahu’alam….

    wassalam

  • Avatar

    cantik Feb 20 2011 - 3:20 pm Reply

    lalu bagaimana jika sudah setengah imunisasi? apakah kalo dihentikan tidak apa-apa?

  • Avatar

    ovic Feb 23 2011 - 1:35 pm Reply

    wach,,,saya harus lebih hati hati lagi setelah membaca diskusi diatas walaupun saya belum menikah dan memiliki anak…
    namun akan bermanfaat bagi saya kedepanya…

    mengapa zaman sekarang leih banyak penyakit aneh ketimbang zaman RASULULLAH…???
    mungkinkah itu efek dari vaksin imunisasi…!!!

  • Avatar

    manusia biasa Feb 23 2011 - 1:44 pm Reply

    dari semua wacana di atas saya lebih cenderung dengan non vaksin…

    karena berDOALAH kepadaNYA adalah hal yang sangat mujarab untuk semua penyakit ketika tidak ada lagi obat…

    INGAT
    “buat anak kok coba-coba”

  • Avatar

    abu faqih Feb 27 2011 - 6:19 pm Reply

    bagaimana dgn:
    1. susu ibu hamil
    2. suplemen ibu hamil yg biasa dikasih dokter kyk folat dll
    3. vaksin tetanus untuk ibu hamil
    4. susu ibu menyusui
    mohon jawabannya

    • Avatar

      ummidezan Mar 17 2011 - 5:32 pm Reply

      Saya mau sharing seputar imunisasi dan kesehatan anak di UK.
      Saya melahirkan bayi pertama saya di Inggris dan sekarang Alhamdulillah sudah berusia 5,5 bulan. Pada awalnya saya sempat ragu dengan keputusan untuk tidak mengimunisasi anak kami, namun setelah mencari informasi dari beberapa muslim Indonesia di sini dan orang Yahudi, akhirnya kami memilih untuk tidak mengimunisasi anak kami.

      Selama di Inggris ini, Dokter di klinik terus “memaksa” kami untuk mengimunisasi anak kami, bidan dan health visitor jg berpendapat hal yang sama. Saya sendiri dianggap aneh dan jahat karena tidak mau mengimunisasi anak saya.
      Namun keputusan saya itu ternyata sama dengan kebanyakan orang Yahudi di Inggris. Kebanyakan orang Yahudi di sini memilih tidak mengimunisasi anak mereka.

      Di Inggris tidak ada susu khusus untuk ibu hamil dan susu ibu menyusui. Kita semua dianjurkan untuk minum susu murni, sayuran, buah, ikan dan daging yang fresh.

      Selama kehamilan saya hanya mengkonsumsi makanan fresh dan susu murni setiap hari.Tidak ada vaksin, suntik dan suplemen tambahan apapun(kecuali folic acid untuk 3 bulan pertama kehamilan)

      Alhamdulillah anak saya sehat dan lincah hingga sekarang masih ASI.
      Mudah2an info sederhana ini bisa menjadi informasi tambahan kepada saudara saya di tanah air.
      Wassalam

  • Avatar
  • Avatar

    Bunda Lutfhi Mar 24 2011 - 9:30 am Reply

    Ass.

    Aduh2 semuanya pada ribut soal imunisasi,sy jadi bingung nich..
    ketika saya kecil,sy dan adik2 saya diberi imunisasi lengkap dan alhamdulilah sampe besar kami semua tdk pernah terkena sakit yg serius termasuk cacar ( mudah2an gak kan pernah ).

    Setelah banyak membaca tentang bahaya imunisasi,saya jadi ragu dan beranggapan mungkin sy dan adik2 saya lagi beruntung saja.
    Sekarang saya dah jadi ibu dan usia bayi saya baru 3 bulan.karena saya melahirkan di RS melalui operasi caesar jadi bayi saya langsung divaksinasi segera setelah lahir dan berlanjut sampai sekarang.saya jadi takut,apa harus diteruskan imnusasi anak saya atw tidak?.

    Tolong2 bantu donk temen2…
    Saya sekarang tidak dapat memberikan asi kepada anak saya disebabkannya efek dari kb yg membuat air susu saya kering…
    terimaksih

    Wss

  • Avatar

    indra Apr 23 2011 - 10:03 pm Reply

    saya punya anak 2, keduanya imunisasi lengkap..alhamdulillah sehat-sehat dan lincah, kadang-kadang aja sakit..perkembangan normal dan lucu :)

  • Avatar

    iim hamida Jun 5 2011 - 8:30 am Reply

    salam..
    anak saya yang ke dua baru berumur 6 bulan, dan tidak di imunisasi, tapi bila di bandingkan dengan kakanya umur 5 tahun yang di imunisasi secara lengkap, anak kedua saya lebih tahan ato imun terhadap virus influenza, batuk ato demam disebabkan kuman, dengan kata lain anak saya yang berumur 6 bulan lebih cepat sembuh dibanding kakak nya, yang harus ke dokter dulu baru sembuh..
    alhamdulillah…

  • Avatar

    evan Jul 13 2011 - 9:30 am Reply

    saya tidak begitu paham tentang ilmu kedokteran. tapi membaca diskusi diatas justru membuat saya makin bingung..
    mending, kita kembalikan saja pada fitrah manusia, yang diciptakan oleh ALLAH dgn sempurna, tidak kurang suatu apapun.
    kenapa (menurut sejarah)orang2 jaman dahulu berumur lebih panjang?? padahal waktu itu belum ada imunisasi ??

  • Avatar

    herawati Jul 15 2011 - 11:31 am Reply

    Dgn ucapan Bismillahirrahmanirahim, sy memutuskan untuk tdk m,beri imunisasi pd bayi saya yg kedua. Anak pertama saya meninggal berawal dgn imunisasi kombo pd bln ke5.dia step stlh di imunisasi dan krn klamaan diterapi dgn antibiotik sehingga fungsi ginjalx rusak. meski nyawa ada ditanganNYA tp stidakx m,jadi plajaran buat anak2 sy slanjutx…Aminnn. Hidup adalah pilihan dan pilihan itu ada di tangan kita…So mau imunisasi ato tdk, kembali ke pribadi masing2.

  • Avatar

    riki Sep 12 2011 - 10:52 pm Reply

    IMUNISASI YANG PALING LENGKAP DAN MEMILIKI ANTI BODY YANG SUPER HEBEAT ADALAH AIR SUSU IBU(BAIK IBU KANDUNG MAUPUN BUKAN)

    KASIHAN RAKYAT INDONESIA JADI KELINCI PERCOBAAAN BIDANG KEDOKTERAAN BARAT,,,,KONSPIRASI DIBIDANG KEDOKTERAN ..KLO RAKYAT KG SAKITT DOKTER JADI MISKINN TDK ADA PEMASUKANN!!!!!

    • Avatar

      bujan Dec 1 2011 - 8:01 pm Reply

      Memanipulasi ASI Menjadi Sehat dan Menyembuhkan
      Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa ASI mengandung banyak zat yang sangat baik untuk kesehatan. Tuhan telah merancang ASI tidak hanya sebagai makanan saja tapi juga obat alami bayi. Beberapa komponen “penyembuh” seperti HAMLET dan asam laurat banyak ditemukan pada ASI. Namun kualitas dan kuantitas daripada komponen-komponen penyembuh tersebut sangat dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi Sang Ibu.
      Ketika Ibu sering mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat seperti misalnya kopi+susu, junk food, pemanis buatan, soft drink dan ditambah lagi dengan merokok, zat-zat tidak sehat yang terkandung pada makanan itupun ikut menjadi bagian dari ASI. Jika ASI yang mengandung banyak zat-zat racun ini dikonsumsi oleh anak, ini akan membahayakan pertumbuhan dan kesehatannya.
      Lain halnya jika Ibu benar-benar menjaga pola makan selama masa menyusui, ia akan menghasilkan ASI yang sehat dan berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. ASI seperti ini juga merupakan suatu imunisasi alami bagi anak. Asam laurat yang bertindak sebagai antivirus dan antibakteri alami sangat banyak ditemukan di minyak kelapa murni. Dengan mengonsumsi minyak kelapa secara rutin, Ibu telah mensuplai persediaan asam laurat yang berlimpah ke dalam ASI-nya. Minyak kelapa juga berlimpah akan asam lemak dan enzim yang membantu pembentukan HAMLET si pembunuh kanker.
      Rutin mengonsumsi minyak kelapa selama masa kehamilan akan melindungi janin dari resiko kanker dan infeksi bakteri maupun virus. Nutrisi berlimpah yang terkandung dalam minyak kelapa juga akan membantu pertumbuhan janin dalam rahim. Asam laurat yang terkandung dalam minyak kelapa juga akan disimpan dan dijadikan bahan dasar ASI ketika Sang Bayi telah dilahirkan. Begitu juga ketika rutin mengonsumsi minyak kelapa selama menyusui, Ibu telah meningkatkan kualitas ASI yang kaya akan nutrisi dan zat pembunuh kanker, antivirus dan antibakteri.

  • Avatar

    jajang rusmana Oct 1 2011 - 8:08 am Reply

    baik secara langsung maupun tidak langsung, apabila dipandang dari sudut pandang ‘aqidah, imunisasi ini sebenarnya merupakan salah satu cara musuh2 islam untuk menyimpangkan keyakinan ummat…..
    kita ketahui bersama bahwa tidak di benarkan sama sekali ketika ada seseorang memfonis bahwa kalau tidak di imunisasi akan sakit ini dan itu dan hal-hal yang lain yang pastinya berdampak pada keyakinan dan aqidah ummat islam.
    kebanyakan ummat islam seolah sudah menuhankan imunisasi ini, Ya Allah kami berlindung kepadamu dari kekufuran dan kesyirikan yang kami ketahui dan yang kami tidak ketahui bahwa itu kekufuran dan kesyirikan, yang kami sadari dan yang kami tidak sadari, kami yakin Ya Allah engkau maha segalanya, tidak ada satupun kejadian yang menimpa kami kecuali engkau telah mengizinkannya, ya Allah tidak akan pernah menimpa kami suatu penyakit apapun apabila engkau tidak mengijinkannya.

    Allah tidak pernah menciptakan suatu penyakit yang tidak ada obatnya, dan Allah tidak menciptakan obat dari yang haram…. semoga kita sadra akan hal itu

  • Avatar

    Mamah kaylila Oct 9 2011 - 2:59 pm Reply

    Ass.sy baru mempunyai 1 org anak,dan sekarang berumur 2bulan,pertama lahir sudah divaksin sampai usia 1bulan,dan rencananya akan divaksin lagi minggu ini,sy sebagai ibu baru,jd bingung,akan melanjutkan imunisasi atau tidak?apakah sy harus sholat istikharah dulu?mohon pendapatnya..
    Wassalam..

  • Avatar

    Abu Yusuf Oct 10 2011 - 2:08 am Reply

    Sharing second opinion (atau malah third opinion, dst) ttg telaah buku “Imunisasi, dampak dan konspirasi” (penulis yang juga ada dalam komentar2 di atas):

    http://www.ykai.net/index.php?option=com_content&view=article&id=380:telaah-buku-imunisasi-dampak-dan-konspirasi&catid=89:artikel&Itemid=121

    Di tengah keterbukaan diskusi (katakanlah: pro & kontra) thd suatu isu (dalam hal ini: imunisasi) dan di saat keputusan ada pada masing2 kita, memang dituntut kecermatan dalam penelaahan lbh dalam lagi. Tentunya ini berlaku juga di topik yang lainnya..

  • Avatar

    Abu Yusuf Oct 10 2011 - 3:00 am Reply

    Oya, mungkin yang ini juga perlu ditambahkan. Penulis di atas menulis tentang kutipan (atau penggalan) dari WHO dan memberikan terjemahan sbg berikut:

    <>

    Tanpa membaca artikel lengkap/aslinya, kalimat pertama (bahasa Inggrisnya) mungkin bisa ambigu dan kmdn diterjemahkan spt di atas dengan mengesankan bhw “tidak adanya kekebalan” adalah krn imunisasinya (bukan “kekebalan oleh imunisasi”). Hal ini walaupun sebenarnya jika kita melihat dalam susunan kata/kalimat bahasa Inggris spt di atas, pemaknaan yang lbh tepat adalah yang kedua, yaitu memaksudkan kekebalan justru dari imunisasi (jadi disederhanakan “Dengan tidak adanya kekebalan [di mana kekebalan itu diperoleh] dari vaksinasi, tampaknya manusia secara universal rentan terhadap infeksi dengan virus cacar”).

    Terlebih lagi jika kita mengacu ke artikel WHO aslinya (2001) di mana penggalan tsb berasal (http://www.who.int/mediacentre/factsheets/smallpox/en/), artikel tsb sdg menjelaskan ttg small pox, sejarah, bentuk dan fitur2 klinis, penyebaran, treatment, termasuk ttg vaksinasinya..

  • Avatar

    aina Oct 10 2011 - 11:28 pm Reply

    Baca dari atas bawah, ga ada penjelasan ilmiahnya yah. Ttg vaksin dr babi..dpt sumber drmana? Hib bikin autis….sumbernya drmana? Dan smua2 dugaan saja atau “katanya katanya” ….ada baiknya diargumenkan dr sumber yg sahih….sm spt ketika kita memakai al qur’an sbg pegangan. Jd bukan “katanya katanya”..”Pengalaman bpk ini itu” yg blm jelas proses keseluruhannya dan hny dugaan2 saja.

    Kl ada bukti sahih..bolehlah dipedebatkan,jdnya kedudukannya seimbang….

  • Avatar

    rmdika Oct 13 2011 - 10:16 am Reply

    anak saya usia 2 bulan, hanya diimunisasi Hepatitis B (karena dokternya ga bilang-bilang kalo mau imunisasi).

    sekarang lagi ada isu mengenai difteri di jawa timur , dan anak saya tidak diimunisasi DPT, banyak pihak yang menyarankan saya untuk mengimunisasi anak saya DPT. saya jadi bingung juga mau milih apa.

    ada beberapa pertanyaan, adakah yang pernah melakukan penelitian:
    1. dari jumlah yang diimunisasi, ada berapa persen yang gagal (tetap terkena penyakit , efek samping, dll)
    2. dari jumlah bayi yang tidak diimunisasi, ada berapa persen yang sakit (akibat penyakit terkait imunisasi, misal difteri, campak, pertusis, dll)

    kalo tidak ada kedua data diatas memang sulit menentukan harus imunisasi atau tidak.
    faktanya, ada anak yang diimunisasi gagal, ada pula yang berhasil (sehat) . dan ada pula anak yang tidak diimunisasi yang sehat, namun ada juga yang sakit. namun saya belum tahu presentasenya

    salam,
    rmdika

  • Avatar

    Abel Oct 19 2011 - 1:29 pm Reply

    Hahaha menarik sekali…
    Banyak sekali orang yang mendasarkan kepercayaannya kepada “katanya”, blog ini berkata itu, menurut buku ini begitu. Sikap paranoid dan mudah curiga… mungkin lupa, bahwa banyak sekali dokter dan ilmuwan yang meneliti mengenai vaksin. Bahkan ilmuwan negeri kita sendiri. Sebegitu mudahnya kah menutup mata mereka semua apabila memang vaksinasi adalah hal merugikan?

    Saya beri tahu, keluarga saya, terutama dari pihak ayah hampir semua dari kalangan medis (bidan dan dokter). Semua anggota keluarga kami telah divaksinasi dan semuanya sehat sampai detik ini. Bahkan saudara2 sepupu saya rata2 cerdas dan ada yang selalu juara umum (nomor 1) di sekolah, dari SD sampai SMA. Vaksinasi berakibat buruk? Jelas tidak terbukti di keluarga besar saya. Bahkan saya tidak mampu membayangkan apabila kami tidak divaksinasi. Iya kalau tidak terpapar virus atau penyakit berbahaya, jika KEBETULAN terinfeksi (terutama jika masih balita, yang daya tahan masih rendah), tentu langsung “lewat” bukan?

    Info dari ayah saya sendiri (seorang dokter) dan tante saya yang bidan, mengenai penyebab anak yang divaksinasi masih bisa terinfeksi virus/penyakit, dan mungkin juga penyebab kejang2 atau komplikasi pada anak: PERLU ANDA TAHU, BAHWA VAKSIN PUNYA SUHU PENYIMPANAN YANG HARUS TEPAT. Jadi tidak sembarangan, harus dijaga agar suhu lemari pendingin tempat penyimpanan vaksin beroperasi pada suhu yang ditentukan. Jika tidak, vaksin pasti akan rusak. Hal tersebut sama seperti menyuntikkan AIR biasa, tidak ada manfaatnya. Atau malah bisa membuat efek buruk.

    Ayah saya yang pensiunan pejabat Dinas Kesehatan di kota saya, menyarankan agar vaksinasi dilakukan di Puskesmas. Malah tidak menyarankan vaksinasi di dokter2 praktek. Mengapa? Sebabnya SUHU tadi yang harus terpantau dan tepat. Sedangkan di dokter, kebanyakan memakan kulkas biasa yang suhunya tidak terjaga. Malah dokter pun mengambil vaksinasi ke dinas. Makanya kalau anda imunisasi di dokter, akan JAUH LEBIH MAHAL dibanding di puskesmas, karena satu botol vaksin yang sudah dibuka harus dihabiskan, tidak boleh disimpan (sudah mahal, tidak terjamin… hehe). Sedangkan di puskesmas biayanya jauuhhh lebih murah, karena dipakai untuk beberapa orang. Di puskesmas untuk imunisasi ada jadwalnya. Anak saya sudah diimunisasi lengkap di puskesmas dan sampai sekarang sangat sehat.

    Saya tidak bisa membayangkan jika blog berisi tulisan seperti ini nanti dipercaya mentah-mentah oleh banyak orang, dicopy dan disebarkan. Saya rasa Indonesia bisa kembali dilanda wabah penyakit2 ganas yang dahulu pernah memusnahkan banyak jiwa. Bahkan mungkin bisa muncul penyakit baru akibat virus2 yang bermutasi. Hal yang seharusnya dapat dihindari jika kita memutus jalur penyebaran virus dengan vaksinasi.

    Terimakasih.

    • Avatar

      aslan Dec 3 2011 - 5:13 pm Reply

      memang menarik saudara….ya saya juga heran masih ada orang2 model gini….mereka mainnya khan katanya ini katanya itu n ditelan mentah2…..ibaratnya makan krupuk sama bungkuse hahahaha…tapi menurut saya sampai kapanpun tetap ada orang model gini

  • Avatar

    Abel Oct 19 2011 - 5:49 pm Reply

    Oya mengenai antibodi dari ASI, hal tersebut memang benar. Namun tentu paparan virus/penyakit yang mungkin mengenai anak bukan hanya penyakit2 yang imunitasnya didapat dari “transfer” ASI. Logika bodoh saja, sebodoh-bodohnya… apa seorang ibu yang belum pernah terkena polio, misalnya, bisa menurunkan antibodi polio kepada sang anak?? Anda pasti tidak ingin “bertaruh” dengan nasib bukan? Kita tentu tidak mengharapkan hal buruk, namun apa jadinya jika sang anak kurang beruntung dan terpapar virus tersebut? Mengharap tubuhnya kuat dan bisa mengatasi virus tersebut sendiri? Itu yang namanya berjudi teman, berjudi dengan nasib. Dunia medis pesat sekali perkembangannya, penemuan-penemuan baru yang lebih baik selalu muncul menggantikan penemuan lama. Banyak orang, dokter, ilmuwan, dsb yang mencurahkan pikiran (bahkan nyawa) demi suatu obat/penemuan. Bagaimana perasaan mereka jika membaca blog-blog seperti ini? Akan sia-sia semua pengorbanan.

    Memang banyak kejadian tidak mengenakkan sehubungan dengan imunisasi, namun tentu kita tidak bisa mengambil kesimpulan secara gegabah, apalagi menuduh konspirasi dsb. Kalau memang ada konspirasi, seharusnya bukan menyuntikkan vaksin, tetapi RACUN yang akan membunuh manusia perlahan. Demi kemanusiaan, tolong jangan buat dan menyebarkan isu yang sebagian besar berdasarkan asumsi semata.

  • Avatar

    Abel Oct 19 2011 - 6:04 pm Reply

    Saya juga penulis beberapa buku. Namun saya tidak akan pernah mencari keuntungan dari penjualan buku dan seminar dengan mengorbankan masa depan anak-anak kita. Bayangkan jika nanti di abad 25 misalnya, masih ada manusia terjangkit polio, kita harus berterimakasih kepada penulis buku-buku pseudoscience seperti ini. Setelah beberapa waktu lalu scam aktivasi otak tengah (sekarang ganti nama karena banyak dikritik), kini saya baru tahu ada isu imunisasi seperti ini. Benar-benar menyedihkan bangsa kita ini.

  • Avatar

    Abel Oct 19 2011 - 6:09 pm Reply

    Anda sekalian bisa lihat perdebatan di page ini: http://gugundesign.wordpress.com/2007/08/07/imunisasi-siapa-tidak-takut

    Anda bisa menilai sendiri… bagaimana di tengah perdebatan orang-orang tersebut berulangkali jualan buku/seminar/obat herbal. Sekarang keputusan tetap di tangan Anda semua. Pikirkan hal yang terbaik, jangan mudah percaya dengan pendapat yang kurang kuat sumbernya. Kalau kita harus berhati-hati dengan omongan dokter yang notabene adalah orang yang berkompeten (dokterpun bisa salah), apakah kita akan lebih mudah percaya pada orang-orang yang bahkan tidak punya kompetensi sama sekali untuk berbicara mengenai hal tersebut? Be wise.

    • Avatar

      aslan Dec 4 2011 - 11:29 pm Reply

      sip gan….ya memang itu tujuannya…jualan obat n buku n bekam(saia ndak paham gimana bekam bisa kluarin logam berat)

  • Avatar

    diah Oct 20 2011 - 3:22 am Reply

    anak saya tepat 2 tahun seminggu lagi, selama ini tidak pernah imunisasi, saya memberikan ASI sampai sekarang…alhamdullillah anak saya jarang sakit, kalaupun sakit ringan saja dan sembuh sendiri (dengan bantuan madu, asi, habasauda) tanpa harus ke dokter. selera makannyapun bagus…berbeda dengan sepupunya(setahun lebih tua) yang sering sakit sampai step, bisa dibilang setiap bulan ke dokter malah kadang sebulan 2 kali, dan susah sekali makan, sampai ortunya putus asa memberi makan mie instan(karena cuma suka mie instan dan jajanan).

    mertua saya saat anak saya kurang setahun selalu berkata, nanti anak kalau lebih setahun bakal sering sakit karena udh banyak gerak dan dapat kuman, beratnya juga bakal susah naik karena kecapean, dan bakal susah makan dan susah tidur, dan hal itu biasa bagi anak kecil, saya sempat was was (karena ini anak pertama) dan mempersiapkan diri untuk masa2 sulit yang “wajar” tersebut, Alhamdullillah anak saya bukan termasuk anak yang “wajar” . 2 tahun ini dipenuhi kebahagiaan dan belajar hal-hal sesuai perkembangannya. semoga seterusnya amiiin.

    pertimbangan untuk tidak mengimunisasi anak dan memberikan ASI TANPA SUFOR sama sekali, lebih pada pertimbangan ilmiah dengan mempelajari hakekat vaksin dan manfaat ASI, serta dikuatkan oleh fakta yang ada dilingkungan, karena sakit parah sampai meninggal karena imunisasi itu ada dan banyak terjadi di sekitar kita, (saya tau beberapa secara langsung bukan katanya2 saja) belum lagi efek jangka panjang yang ‘tidak terlihat’ (saking biasanya). saya kurang menggali informasi ttg konspirasi dll. Saya cuma ingin yang TERBAIK untuk anak saya.

    pada akhirnya imunisasi adalah pilihan pribadi, sebagai manusia dan orang tua kita berkewajiban mendidik diri sendiri, tidak hanya ttg imunisasi, tapi untuk hal-hal lainnya dalam kehidupan ini. kemudian memutuskan yang mana yang terbaik (ijtihad)….

  • Avatar

    diah Oct 20 2011 - 3:24 am Reply

    o iya sepupunya imunisasi lengkap, asi campur sufor sampai 2 tahun 3 bulan

  • Avatar

    abusalamah solo-karta Oct 22 2011 - 10:18 am Reply

    bismillah,
    ijin sharing pak yanurmal (nama yang sulit diingat, begitu ingat sulit dilupakan karena uniknya, afwan), pagi ini saya gogling karena dilanda kebingungan tentang imunisasi. beberapa hari yang lalu istri mengingatkan saya untuk mengimunisasikan kedua buah hati saya. vaksin campak katanya. qodarallah tadi malam adik saya yang bekerja di pertambangan menelpon menanyakan hukum imunisasi/vaksi. waktu itu saya jawab semampu saya (dan inilah yang saya pegang sampai setidaknya sebelum saya menulis komen ini) bahwa para ulama berbeda pendapat tentang boleh tidaknya imunisasi. akan tetapi sampai saat ini saya belum mendapatkan detail dari perbedaan pendapat tersebut berkisar pada apa. sebab jika para ulama tersebut mengetahui bahan-bahan yang digunakan haram, saya yakin tidak ada khilaf, jelas haram. jika sebaliknya, maka fatwanyapun juga sebaliknya. karena tidak ada obat dari dzat yang haram, demikian pesan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
    kemudian adik sayapun memberikan argumen dari hasil goglingnya (saya tahu bloging selain quran dan sunnah tidak bisa dipertanggungjawabkan secara akademis akantetapi fakta, data dan tendensi bahkan kejujuran sebenarnya bisa tertangkap dari cara dan penulisan yang lugas dan polos), bahwa imunisasi itu mengerikan. sayapun tidak sertamerta mempercayainya. “baik, jika demikian keadaannya (bahannya haram) maka jelas haram,” kataku padanya. “wallahu a’lam, sahutku karena takut kepada Allah dari bicara tanpa ilmu.
    pagi inipun saya temukan forum ini. saya baca (hampir semua kkomenya). saya juga membaca blog ini:
    http://grosirherbalbabelan.blogspot.com/2011/02/waspadai-bahaya-imunisasi-konspirasi.html.
    luarbbiasa memang. saya jadi merinding. kedua anak saya telah divaksin sebelumnya. padahal hari ini sudah akan diberi campak dan istri menunggu telpon saya jadi atau tidak diimunisasi.
    dari membaca separo lebih komen maka saya akhirnya menelpon istri untuk membatalkan imunisasi. tergesa2 memutuskan? memang, karena 1 jam lagi sudah mau disuntik. dan saya berhusnudzan pada teman2 di sini.
    bismillah, Allah Maha Tahu, inilah ikhtiarku, yakni dengan cara yang lebih menentramkan hati. bagi teman2 yang masih ragu, ini saya sampaikan pesan dari Nabiku tercinta, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,” Da’ma yaribuk ila ma yaribuk” Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, kerjakan apa yang tidak meragukan kamu.
    [HR. Turmidzi-Nasa’i]…
    jika benar imunisasi adalah sebuah konspirasi maka ingatlah firman Allah “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS al-Anfal [8]: 30).
    nb:
    maaf sebelumnnya
    kepada teman2 ku mohon hindari menyingkat doa.
    biasakanlah mendoakan dengan kalimat utuh
    assalamualaikum =/= ass… wr. wb.
    shallallahu alaihi wasallam =/= saw
    bukalah kamus apa arti ass…, saw
    ini bukanlah alasan utama mengapa kita (usahakan) hindari menyingkat doa.
    alasan yang utama adalah menyelisihi contoh rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
    sebaik-baik contoh adalah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam
    wallahu a’lam, wallahul muwaffiq.
    afwan

  • Avatar

    abusalamah solo-karta Oct 22 2011 - 1:00 pm Reply

    ralat :
    yang benar
    Da’ma yaribuk ila ma LA yaribuk” Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, kerjakan apa yang tidak meragukan kamu.
    [HR. Turmidzi-Nasa’i]…
    saya beristighfar dari kesalahan ini…

  • Avatar

    syifa Oct 23 2011 - 9:27 pm Reply

    hanya share pngalaman sndri.
    sy skrg lagi kena cacar padahal sdh divaksin wkt kecil. skrg umur sy 20th.
    sy jg 2 kali gondongan (krn virus rubella) pdhl vaksin mmr juga. bhkan kejadian pertama terjadi hanya bbrp bulan stlh dpt vaksin.
    dan krna dari bayi dikit2 minum obat kimia, liver sy jd terganggu.
    smga ada kajian lbh lanjut dan terbuka sj mengenai vaksin dan obt2 agar kjadian2 td tidak terulang

  • Avatar

    tatha Oct 25 2011 - 12:04 am Reply

    Assalamualaikum wr.wb.
    Saya sangat tertarik dengan bahasan saudara/i seiman di dlm blog ini yg menunjukkan betapa masyarakat Indonesia sudah semakin cerdas dan peduli terhadap kesehatan dan perkembangan ilmu pengetahuan.
    Kebetulan saya menemukan blog ini dari browsing tentang imunisasi karena saya saat ini masih menuntut ilmu kebidanan, dan sedang melakukan penelitian kualitatif tentang perilaku alim ulama terhadap pemberian imunisasi pada balita dan ibu hamil (sedang dalam proses).
    Berikut ini juga saya sertakan kutipan dari salah satu blog yg lain yg membahasa mengenai imunisasi.
    Mungkin penarikan kesimpulan tentang hal ini belum dapat kita peroleh dalam waktu yang instan. Penelitian kesehatan membutuhkan waktu, dana, proses, dan responden yang banyak untuk menelaah lebih dalam akibat-akibat yg ditimbulkan.
    Penelitian pun tidak semata-mata dapat dengan mudah diakui keabsahannya karena harus ditinjau ulang dari berbagai aspek (seperti budaya, hasil analisa data, dan tingkat kesalahan, kepercayaan/agama yg dianut oleh masyarakat).
    Menurut saya,hendaknya kita sebagai umat muslim yg dikaruniai akal serta pemikiran, serta berkedudukan paling sempurna diantara seluruh makhluk Allah SWT mencari sumber dari nilai positif dan negatif dari tindakan ikhtiar manusia (dlm hal ini imunisasi), atau ikut serta mengembangkan ilmu pengetahuan.
    Yg perlu diketahui, setiap tindakan yg dilakukan untuk kemaslahatan umat harus dipertimbangkan dan diuji secara seksama oleh badan-badan kepemerintahan beserta lembaga-lembaga keagamaan dan hal tersebut tidak bersifat konstan atau tetap melainkan dapat berubah sewaktu-waktu.
    Alangkah baiknya kita berhati-hati dalam pemikiran, ucapan maupun perkataan yg melibatkan kemaslahatan umat.
    Mohon maaf bila ada salah kata atau ketidaksamaan persepsi, semoga kita semua dapat mengambil manfaatnya untuk kehidupan.
    Wallahu Alam bisshawab.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    HUKUM IMUNISASI DALAM ISLAM

    Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
    Pertanyaan.
    Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz ditanya : Bagaimana hukum berobat dengan imunisasi (mencegah sebelum tertimpa musibah) ?

    Jawaban
    La ba’sa (tidak masalah) berobat dengan cara seperti itu jika dikhawatirkan tertimpa penyakit karena adanya wabah* atau sebab-sebab lainnya. Juga tidak masalah untuk menggunakan obat untuk menolak atau menghindari wabah yang dikhawatirkan.

    Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih, artinya : “Barangsiapa makan tujuh butir kurma Madinah pada pagi hari, ia tidak akan terkena pengaruh buruk sihir atau racun”. Ini termasuk tindakan menghindari penyakit sebelum terjadi. Demikian juga jika dikhawatirkan timbulnya suatu penyakit dan dilakukan immunisasi untuk melawan penyakit yang muncul di suatu tempat atau di mana saja, maka hal itu tidak masalah, karena hal itu termasuk tindakan pencegahan. Sebagaimana penyakit yang datang diobati, demikian juga penyakit yang dikhawatirkan kemunculannya.

    Tapi tidak boleh berobat dengan menggunakan jimat-jimat untuk menghindari penyakit, jin atau pengaruh mata yang jahat. Karena Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari perbuatan itu. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menjelaskan bahwa hal itu termasuk syirik kecil, sehingga sudah kewajiban kita untuk harus menghindarinya.

    [Fatawa Syaikh Abdullah bin Baaz**. Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun X/1427/2006M. Dikutip dari kitab Al-Fatawa Al-Muta’alliqah bi Ath-Thibbi wa Ahkami Al-Mardha, hal. 203. Darul Muayyad, Riyadh]
    *Komentar saya pribadi :
    Imunisasi dalam sudut pandang Islam pada dasarnya dibolehkan, berdasarkan fatwa di atas. Dasar imunisasi pada anak adalah untuk menghindari wabah, contohnya TBC – yang Indonesia adalah salah satu peringkat tertinggi di dunia – dan penyakit-penyakit terpilih lainnya yang berpotensi (dapat) mengakibatkan kecacatan atau kematian.
    Fatwa ini menyatakan konsep dasar tindakannya, dan sangat berbeda dengan konteks bagaimana cara manusia melakukannya. Bila dilakukan tidak sesuai dengan prosedur (pembuatan, penyimpanan, pemberian, penyuntikan, dll) sehingga menimbulkan efek lain maka ini adalah kasus pembahasan yang berbeda dari fatwa di atas. Fatwa di atas hanya menyatakan dasar tindakan pemberian imunisasi secara umum adalah boleh. Sedangkan bila diberikan dengan cara yang salah dan menimbulkan efek-efek negatif (gagal, timbul alergi, timbul efek samping, dll.) maka itu adalah suatu kesalahan prosedural, dan tidak ada hubungan dengan fatwa yang membolehkan tersebut.

    Wallahu a’lam.

    ** Syaikh Abdullah bin Baaz adalah seorang ulama besar kelas dunia, biografi selengkapnya dapat diperoleh melalui situs http://www.an-naba.com (by request – saya pernah mendapatkan biografinya melalui email).

    SUMBER : Dr. Arief’s Blog

  • Avatar

    yanto Oct 29 2011 - 7:17 am Reply

    apakah para ibu yang ada di milis ini bersedia membantu penderita difteri yang sedang mewabah di jawa timur? mereka butuh minimal 4 juta rupiah kalau berobat ke rumah sakit, bahkan obat ada yg tidak ada di kabupaten sehingga dirujuk ke propinsi. harapan saya milis ini bisa mengumpulkan dana talangan untuk keluarga yang tidak mampu, juga membantu transport ibu membawa anaknya imunisasi DTP. mereka tidak imunisasi karena tidak mampu dan tidak tahu kalau DTP dapat mencegah difteri. mohon ibu 2 bikin koin difteri untuk jawa timur, propinsi sdh memberi dana 8 milyar tapi tidak cukup. tolonglah bu, amal dan keikhlasan ibu akan tercatat . ibu tidak setuju imunisasi tidak apa apa, tetapi pengikut ibu yang anaknya menderita sakit difteri tolonglah dibantu. mohonlah belas kasihan ibu sekalian di milis ini.

  • Avatar

    okri marwandi Nov 7 2011 - 9:36 pm Reply

    awalnya saya tertarik membaca diskusi ini… tetapi kok saya jadi bosen yah?? semakin kebawah semakin tidak ilmiah dan semakin tidak koheren. kebanyakan yang baca malah pada bingung. dan, pada akhirnya kecurigaan saya terbukti, bahwa diskusi ini dimanfaatkan untuk menjual buku atau produk tertentu. terima kasih sudah membuat saya bosan dan bingung. salam alaikum :)

    oia, saya bukan seorang dokter loh… cuma petani biasa yang memiliki seorang putri cantik berumur 3 bulan yang tumbuh dengan sangat sehat.

  • Avatar

    okri marwandi Nov 7 2011 - 9:41 pm Reply

    oia… satu lagi… ngomong-ngomong.. ini forum diskusi ilmiah atau pengajian yah?? <—- pertanyaan serius loh! bukan becandaan.

  • Avatar

    ASHABY Nov 10 2011 - 10:56 am Reply

    Ass wr wb.
    Yang terhormat teman teman yang berbahagia saya hanya ingin ikut bergabung memberika sumbang pendapat mengenai imunisasi, dari segi kesehatan kita mengenal empat upaya yang biasa dilakukan oleh Public healht yaitu Preventiv /Pencegahan, Kuratif /Pengobatan, Rehabilitatif/ Perbaikan, dn Promotif/meningkatkan , dari sini kita sudah bisa melihat upaya upaya yang harus kita laksanakan dalam hal menangani kesehatan baik untuk anak anak kita maupaun untuk kita yang sudah dewasa, nah saya rasa imunisasi sudah jelas berada pada upaya preventif yaitu mencegah dahulu sebelum bibit penyakit itu masuk kedalam tubuh kita, kita sudah mengenalkan bibit penyakit yangsudah dilemahkan agar antibody kita mengenal dan membuat pertahanan tubuh apabila jenis penyakit tersebut secara spesifik masuk ke dalam tubuh, tentunya hal ini sudah melalui penelitian yang tidak mungkin akan merugikan si penerima imunisasi, Pemerintah bahkan menjamin hak hak anak kita dengan peraturan yang memayungi bahwa anak kita harus mendapatkan imunisasi dasar, Pemberian vaksin akan merangsang peningkatan kekebalan spesifik pada bayi dan anak untuk membunuh kuman atau racun yang dihasilkan oleh kuman yang masuk ke dalam tubuh. Jadi vaksin tidak melemahkan kekebalan tubuh, tetapi justru merangsang peningkatan kekebalan tubuh yang spesifik terhadap kuman atau racun tertentu,Allah SWT menciptakan manusia dengan sangat sempurna dan kekebalan yang sempurna, akan tetapi sekarang ini kita berada didunia yang cenderung semakin rusak dimana pemanasan global iklim dibumi terus berubah ubah sehingga kuman penyakit sekarang dengan jaman dahulu sangat berbeda tingkat keganasan nya karena terjadinya mutasi virus dan bakteri karena situasi ikim yang tidak karuan, jadi apakah kita harus diam membiarkan anak anak kita yang lemah tanpa diimunisasi, Negara maju dengan tingkat gizi dan lingkungan yang baik saja tetap melakukan imunisasi rutin pada semua bayinya, karena terbukti bermanfaat untuk bayi yang diimunisasi dan mencegah penyebaran ke anak sekitarnya. Sampai saat ini menurut data WHO, sekitar 194 negara maju maupun sedang berkembang tetap melakukan imunisasi rutin pada bayi dan balitanya. “Jadi, tidak benar kalau ada informasi yang mengatakan negara kaya tidak membutuhkan imunisasi. Mereka tetap melakukan vaksinasi, bahkan vaksin yang diberikan jauh lebih banyak, Sampai saat ini, tidak ada satupun negara yang melarang program vaksin. Semua ahli-ahli di dunia dan pemerintah yakin dan sepakat bahwa program vaksin pentng dan bermanfaat untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit berbahaya, Vaksin yang digunakan untuk program imunisasi di Indonesia sekarang ini dibuat oleh PT. Biofarma Bandung dan sudah dinyatakan aman oleh badan internasional WHO. Bahkan vaksin buatan Biofarma saat ini sudah digunakan oleh Unicef untuk lebih dari 120 negara didunia dan negara negara yang berpenduduk muslim . “Masa, negara lain percaya sama produk kita, tapi kita sendiri nggak, yang perlu kita ingat efek imunisasi ini tidak akan terlihat sekarang tapi nanti dimasa yang akan datang, bayi yang terinfeksi hepatitis tdk dia akan tetap sehat sampai pada usia beranjak dewasa baru akan menjadi ganas begitu juga penyakit penyakit lain yang begitu banyak sekarang ini bermunculan jadi pemerintah sekarang ini sudah melaksanakan tugasnya dengan membikin program imunisasi untuk ibu, bayi dan balita kita, walaupun saya sendiri merasa upaya pemerintah sekarang belum cukup dengan hanya memberikan imunisasi dasar saja, anak anak kita adalah generasi yang akan datang yang akan menjadi pemimpin dimasa datang jika langka pertama kita dengan mencoba menyehatkan dengan jalan imunisasi terhambat oleh pemikiran negatif mengenai imunisasi yang belum tentu mudharatnya lebih besar dari manfaatnya, jika benar imunisasi mempunyai dampak yang negatif untuk anak anak kita maka mana bukti nyata yang bisa dihadirkan dibanding dengan puluhan juta anak indonesia yang sudah mendapat imunisasi, maka sekarang imunisasi adalah pilihan anda.

  • Avatar

    abdu Nov 11 2011 - 9:07 am Reply

    benar adanya klo imunisasi itu ada untuk mengendalikan jumlah penduduk
    silakan simak artikel dibawah ini……..

    Pendiri Microsoft dan salah satu orang terkaya dunia, Bill Gates, proyek gambar seorang dermawan jinak menggunakan miliaran melalui
    (bebas pajak) nya Bill & Melinda Gates Foundation, untuk mengatasi penyakit, mengatasi kekurangan pangan di Afrika dan mengurangi kemiskinan.
    Dalam konferensi baru-baru ini di California, Gates mengungkapkan agenda yang kurang publik filantropi-nya pengurangan populasi,
    atau dikenal sebagai egenetika. Gates membuat sambutannya pada undangan-satunya Pantai Panjang, California TED2010 Konferensi,
    dalam sebuah pidato berjudul, “Berinovasi ke Nol.!” Seiring dengan proposisi ilmiah masuk akal untuk mengurangi emisi CO2
    buatan manusia di seluruh dunia menjadi nol pada tahun 2050, sekitar empat setengah menit bicara, Gates menyatakan,
    “Pertama kita punya penduduk dunia hari ini memiliki 6,8 miliar orang.. Itu menuju sampai sekitar 9 miliar.
    Sekarang jika kita melakukan pekerjaan yang sangat besar pada vaksin baru, perawatan kesehatan, pelayanan kesehatan reproduksi,
    kita lebih rendah yang mungkin 10 atau oleh 15 persen. ” (Penekanan oleh penulis).

    Dalam bahasa Inggris, salah satu pria paling berkuasa di dunia menyatakan dengan jelas bahwa ia mengharapkan vaksin yang akan digunakan
    untuk mengurangi pertumbuhan penduduk. Ketika Bill Gates berbicara tentang vaksin, ia berbicara dengan otoritas (WHO).
    Pada bulan Januari 2010 di Davos Dunia Forum Ekonomi elit, Gates mengumumkan yayasannya memberikan $ 10 miliar (sekitar € 7500000000)
    selama dekade berikutnya untuk mengembangkan dan memberikan vaksin baru untuk anak-anak di negara berkembang.
    Fokus utama dari multi-miliar dolar Gates Foundation adalah vaksinasi nya, terutama di Afrika dan negara-negara terbelakang lainnya.
    Bill dan Melinda Gates Foundation adalah anggota pendiri dari GAVI Alliance (Aliansi Global untuk Vaksinasi dan Imunisasi)
    dalam kemitraan dengan Bank Dunia, WHO dan industri vaksin.
    Tujuan dari GAVI adalah untuk memvaksinasi setiap anak yang baru lahir di negara berkembang.

    Sekarang yang terdengar seperti kerja-kerja filantropis mulia.
    Masalahnya adalah bahwa industri vaksin telah berulang kali tertangkap pembuangan berbahaya-yang berarti tidak aman karena belum teruji
    atau terbukti vaksin berbahaya ke Dunia Ketiga tanpa disadari populasi ketika mereka tidak dapat menyingkirkan vaksin di Barat.
    Beberapa organisasi telah menyarankan bahwa tujuan sebenarnya dari vaksinasi adalah untuk membuat orang sakit
    dan bahkan lebih rentan terhadap penyakit dan kematian dini. Dumping racun di Dunia Ketiga

    Sumber : http://www.rense.com/general90/BILL.HTM

  • Avatar

    Ivan Nov 23 2011 - 2:51 pm Reply

    Saya ada 2 anak. Pertama, diimunisasi beberapa kali. Yang kedua, tidak sama sekali.
    Hasilnya, yang kedua jauh lebih sehat dibanding pertama. Frekuensi ke dokter lebih sering yang pertama.

  • Avatar

    bundanya usamah Nov 30 2011 - 9:43 am Reply

    lengkap sudah serbuan u anak-anak kita..mulai dari wajib imunisasi lengkap sampai ketergantungan pada susu.liat iklan2 susu ditivi semuanya u jd anak sehat…kapitalis…semua bisnis.entahlah saya merasa anak-anak yang hidup dipedalaman secara alami lebih imun,lebih sehat,jika dia terserang penyakit maka tubuhnya akan melawan secara alami.ga perlu imunisasi,ga poerlu susu-susu mahal itu,yang penting makanannya halal dan thoyib……toh mereka dalam tahap pertumbuhan…berkembang sesuai fungsinya.u anak-anak dibawah dua tahun tetap saja the bestnya ASI..titik

  • Avatar

    bujan Dec 1 2011 - 9:52 pm Reply

    Sekarang, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa pemberian vaksin hepatitis B untuk bayi laki-laki yang baru lahir mempunyai resiko lebih dari tiga kali lipat terkait dengan gangguan spektrum autisme.

    Abstrak penelitian diterbitkan pada September, 2009 pada jurnal Annals of Epidemiology. Di dalamnya, Carolyn Gallagher dan Melody Goodman dari Program Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat di Stony Brook University Medical Center, NY, menulis bahwa, “anak laki2 yang menerima vaksin hepatitis B pada bulan pertama kehidupannya mempunyai peluang 2,94 kali lebih besar terkena gangguan spektrum autisme dibandingkan anak laki-laki yang tidak divaksinasi. “Para penulis menggunakan sampel probabilitas yang diperoleh dari National Health Interview Survey (NHIS), AS, dataset antara 1997-2002 ..

    Kesimpulan menyatakan bahwa: “Temuan menunjukkan bahwa anak laki-laki AS yang divaksinasi dengan vaksin hepatitis B mempunyai risiko 3 kali lipat lebih besar terkena autisme; risiko terbesar untuk anak laki-laki non-kulit putih.”

    sumber: http://www.ageofautism.com

  • Avatar

    Tiyang Atmojo Dec 12 2011 - 9:27 pm Reply

    Semakin banyak membaca tulisan yang membahas imunisasi , baik yang pro maupun yang kontra justru makin membuat saya bingung. Dari sisi saya sebagai orang yang sangat awam .

  • Avatar

    bhenk Dec 15 2011 - 11:10 am Reply

    Pro dan Kontra Imunisasi yang meresahkan ini sudah ada tinjauan lengkapnya baik dari segi agama maupun medis dari muslim.or.id

    Selengkapnya di http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html

  • Avatar

    Gue Dec 16 2011 - 12:56 am Reply

    “Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum”.
    ~ dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional
    Nah lo..ini pakar lho yg omong.

  • Avatar
  • Avatar

    Gue Dec 16 2011 - 1:00 am Reply

    “Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.”
    ~ Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth”

  • Avatar

    jablude Dec 30 2011 - 11:23 pm Reply

    assalamualaikum…………
    ya,ashabul muslim….bukankah alllah lebih tau dr semua yg anda bingungkan?
    apabila ada masalah faruddu illah warosulih……..allah lah yg maha mengetahui apa yg ada pada ciptanya allah lah maha mengetahui sejau mana manusia itu,allah maha segala cptaan bukan kan alla telah berfirman manusia allah fi akhsani tak win…..kalaimat akhsan itu semua sudah allah beri protecsion pada tubuh manusia…..tingal kitanya g mn pola hidup kita g mn pola hidup kita di saat si ibu sedang mengandung….pakelah pola hidup the best of pola hidup yaiti pola hidup rosulullah……

  • Avatar

    Bangjohn Jan 14 2012 - 10:54 pm Reply

    Saya yakin sedikit banyaknya ada peranan yahudi (who) dalam vaksinasi ini,coba arahkan pembahasan kepada The New Word Order.

  • Avatar

    sisri farida Jan 28 2012 - 9:09 pm Reply

    saya sangat bingung sekali… anak saya baru berumur 2 bulan dan sudah mendapatkan imunisasi HB0 dan BCG serta polio 1. apa yang harus saya lakukan apakah dilanjutkan imunisasi atau tidak? sebagai orang awam mendengar imunisasi begitu menyeramkan sedangkan disisi lain seolah-olah menyarankan imunisasi.. mana yang harus diikuti? mohon penjelasannya

  • Avatar

    Fibri Feb 27 2012 - 10:20 am Reply

    Bingung sekali..imunisasi apa enggak ya..

  • Avatar

    abu hamzah Mar 28 2012 - 12:51 am Reply

    Bagi orang yg bs menggunakan fikiran dan hati dg benar, dgn membaca tulisan pro dan kontra diatas sdh bs mengambil kesimpulan. Mana yg benar dan mana yg salah. Mana yg hrs diikuti atau mana yg akan di tinggal. Lihat sj gaya bahasa yg digunakan, mana yg ikhlas atau yg mengandung misi terselubung. Kelihatan dg jelas, wlw sebagian besar hanya mengandalkan ‘katanya, ‘menurutnya’ . Sdh terang bahwa IMUNISASI memang berbahaya dan membahayakan dan mmng ada misi terselubung di dalamnya.

  • Avatar

    budi purnama sunnyarti Apr 5 2012 - 11:36 am Reply

    saya setuju dengan anda.saya seorang ibu yang sudah cape bolak-balik dokter,karna anak saya sering sakit,setiap bualan 2x bahkan sebulan penuh sakit.saya berfikir apa untungnya anak di imunisasi?tidak ada pengaruh positif dari imunisasi

  • Avatar

    ummu faqihah Apr 21 2012 - 9:35 pm Reply

    alhamdulillah, anak sya sudh 3 bulan…smpat bgung jg ttg imunisasi, apalg wkt d RS dokter2 pda ngasi info ttg dampak negatif klo bayi tdk di imunisasi…smpai detik ini pun kluarga pada maksa bwt imunisasi babynya…(malah dbilang sy org tua bodoh krn gak imunisasi bayinya)…

    well,,,its ok,,,sya msh dan ttp bertahan tuk gak imunisasi (entah smpai kpan,,,krn desakan tuk imunisasi sgt besar)…yg jelas sya yakin bhwa ASI ekslusif adlh imun terbaik sepanjang masa..bayi saya trlalu berharga jika hrus disuntikkan sstu yg gak jelas kandungannya…

    buat para ibu…beri Asi ekslusif aja bu…dan jgan makan makanan yg mengandung bhan pengawet or bhan kimia berbahaya…buat info tmbahan aja, sya klo masak gak pke bumbu instan..emang sih gak seenak yg pke bumbu instan…yg penting sehat…he2…

  • Avatar

    abu anwar Apr 27 2012 - 8:22 am Reply

    Ustad saya, seorang ulama yang sangat menjaga adab (kepada Allah, kepada manusia), mempunyai banyak cucu dan anak, semua dalam keadaan sehat tidak ada yang terkena penyakit kelainan atau wabah. Semuanya tidak ada yang dimunisasi, tapi beliau tidak melarang atau menyuruh imunisasi kepada orang lain.
    Maka anak saya yang kini berusia 4 bulan tidak kami imunisasi, mudah-mudahan Allah menjaga keselamannya, terutama keselamatan imannya. Setelah sholat kami selalu membaca doa 7x : Li khosatun… dst. (Doa penolak penyakit berjangkit; yang diajarkan ustad saya tsb.
    Terimakasih Tuhan, sungguh telah banyak nikmat yang Engkau anugerahkan kepada kami.

  • Avatar

    dewa judi Jun 3 2012 - 2:07 pm Reply

    Wah.. wah.. Wahhh, sangat2 menarik perbincangan diblog ini, sampai menahun tp tetep gak ada solisi, cuma debat kursi, sama kayak anak SD yg berdebat duluan Telur apa Ayam.. Hehehe.. So it’s fine asal gak bunuh bunuhan aja…
    Tapi dari perbincangan diatas dapat saya tarik kesimpulan bahwa ternyata semuanya telah melakukan perjudian yg besar.. Kita semua telah berjudi, kita jdny bertaruh apakah tidak diimunisasi anak kita akan menjd lebih sehat dari yg diimun..?!!!..
    didlm perjudian perlu ada ilmu pengetahuan tentang judi yg dimainkan dan faktor lucky, biar gak dibodoh2in.. Bukankah islam bembenci org2 yg fasik(bodoh), dan org yg berputus asa..
    Jd sebagai org tua kita harus sediki lebih pintar dan kritis, iya gak..
    Cuma sedikit masukan dari saya yg mengamati blog ini, ini soal pilihan berganda pilihlah jawaban yg tepat dan benar, sedikit tambahan +haruslah bijaksana:
    1. bg Yg mau imunisasi, cari lah puskesmas atau RSU yg mau bertanggung jawab, bila perlu hitam diatas putih, jd kita bisa menuntut bila terjadi hal yg tdk di inginkan..
    2. Bagi yg gak mau imunisasi.. Hehe.. Saya jd binggung mau menuntut siapa ya…. Jgn salahkan bunda mengandung, bapak yg punya burung.. Hahahaha (cuma bercanda).

  • Avatar

    dewa judi Jun 4 2012 - 11:20 pm Reply

    dinkes.bantulkab.go.id/berita/baca/2012/04/09/150028/kontroversi-pendapat-tentang-pentingnya-imunisasi

  • Avatar

    bundee Jul 2 2012 - 4:54 pm Reply

    Good info all…

  • Avatar

    moraa junaidi Sep 4 2012 - 9:59 am Reply

    yang menganjurkan imunisasi yang berprofesi dokter .dokter terikat dengan kode etik profesi,wlaupun bertentangan dengan hati nurani tetap akan menganjurkannya,,,,,,berbohong karena kode etik profesi.para dokter juga tau obat heerbal itu lebih baik di konsumsi daripada obat2an kimia.tapi kenapa oh kenapa.antibiotik berakibat buruk di kemudian hari,kenapa bayi2 di indonesia selalu di cekokin antibiotik setiap mereka berobat

    • Avatar

      Prihatin Sep 4 2012 - 10:47 pm Reply

      mereka rela membayar lebih untuk memasukkan anak mereka ke kedokteran.
      mereka rela membayar lebih untuk jadi pembohong
      mereka rela membayar lebih untuk jadi pengikut YAHUDI
      mereka rela membayar lebih untuk menyakiti saudara mereka sendiri

      merekalah calon penghuni NERAKA

      Na’uzubillah

  • Avatar

    baju bali murah Sep 14 2012 - 11:32 am Reply

    informasi yg sangat menarik sekali..paling tidak dengan membaca artikel yg ada dan membaca beberapa comment diatas bisa menambah wawasan dan opengetahuan saya mengenai imunisasi

  • Avatar

    oassis Oct 4 2012 - 12:19 am Reply

    Ya sudah… Kalo ga percaya ama dokter, kalo sakit jangan ke dokter. Obati aja sendiri sesuai kepercayaan masing-masing…. Kalo memperdebatkan masalah vaksinasi monggo silakan… Dokter, perawat bahkan presiden Indonesia sekalipun ga berhak memaksa seseorang buat imunisasi ato vaksin. Cuma buat orang yang bilang kalau dokter berbohong karena etika profesi, pake kacamata.. Baca sumpah kedokteran… Ane rasa ga ada profesi lain yang harus bersumpah kayak begitu.. Saya bukan dokter, tapi saya menghormati profesi dokter..

  • Avatar

    annie Oct 5 2012 - 9:22 am Reply

    saya mau menyampaikan kenyataan di keluarga saya tentang vaksin. saya anak kedua dari 4 bersaudara, ketiga-tiga saudara saya di vaksin cacar dan ironisnya ketiga-tiga saudara saya itu juga satu persatu terkena cacar. saya tidak di vaksin oleh orgtua saya entah karena waktu itu lupa atau gimanalah yg jelas sya tidak di vaksin cacar, anehnya saya malah tidak terkena cacar. padahal cacar itu menular pertama dari kakak, lalu kedua adik saya. saya tidur dengan adik saya yg terkena cacar, Alhamdulillah… saya tidak tertular dan sampai seumur ini (27th) jg belum pernah. silahkan ambil kesimpulan sendiri, mohon maaf klo ada salah kata!

  • Avatar

    akim Feb 8 2013 - 12:18 pm Reply

    sebaiknya bapak dan ibu membaca pentingnya imunisasi di semua negara, di negara2 islam dan non islam, apa yang mereka lakukan terhadap anak2 mereka di Negaranya, barang kali aja dapat membantu wawasan dalam mengambil keputasan terhadap anak dan lingkungan disekitar anda, saya khawatir pembicaraan yang tidak mempunyai referensi ataupun perbandingan dengan yang lain, nanti menyesal terhadap keputusan yang anda ambil sendiri, dan apabila anda menyampaikan sesuatu yang anda tidak ketahui, dapat menimbulkan fitnah……..

  • Avatar

    vaksinasi bahaya Feb 19 2013 - 11:36 pm Reply

    http://www.youtube.com/watch?v=keMwvGYuk5w silahkan lihat video ini, semoga membantu.

  • Avatar

    Bunda Bilal Apr 9 2013 - 6:02 pm Reply

    assalamualaikum…semua orang tua pasti ingin yg terbaik buat anaknya termasuk saya.sebaiknya semua yg sudah dan yg akan terjadi kita kembalikan kepada Allah SWT.pilihan untuk mengimunisasi atau tidak itu adalah hak dan kewajiban kita sebagai orang tua.belum tentu anak yang diimunisasi akan menjadi sehat dan yg tidak akan menjadi sakit.begitu jg sebaliknya.belum tentu yang diimunisasi akan menjadi sakit dan yg tidak akan menjadi sehat.bukankah sehat dan sakit datangnya jg dari Allah SWT?Seperti terciptanya halal dan haram bukankah dua2nya juga adalah ciptaan dari Allah SWT.jadi sebaiknya kejadian apapun kita kembalikan saja pada takdir Allah..bukan malah dg menyalahkan atau menyesali keadaan..kita sebagai manusia hanya perlu ber ikhtiar.hasil baik buruknya kita kembalikan saja kepada Allah SWT yang maha segalanya…

  • Avatar

    ummu salamah Jul 7 2013 - 1:50 pm Reply

    Ummu Salamah Al-Hajjam II Sudah banyak saya dapat laporan, bayi sudah bisa jalan pada usia 8 bulan tanpa vaksin, dan ibunya sudah memakan makanan yang sesuai contoh Rasul. Membaca sejarah Rasulullah ketika Balita, sudah bisa berjalan pada usia 5 bulan. Artinya ini sudah mendekati standar kepintaran manusia.

    kalau saya baca tentang ibu susu Rasulullah, Halimah…pada saat itu memelihara kambing, dan air susunya kambin melimpah…. Kesimpulan saya saat Halimah menyusui Rasulullah, maka Halimah sering minum susu kambing.
    Thursday at 8:13pm · Like

    Ummu Salamah Al-Hajjam II Jadi kedepan ibu yang menyusui minumlah susu kambing segar,,,.
    Thursday at 8:14pm · Like

    Ummu Salamah Al-Hajjam II Ketika saya bersama Bidan Ema mengisi di STIKES JOGJA, dan setelahnya dilakukan bekam, saya diagnosa para calon bidannya itu masyalllah, penyakitnya banyak … , ya ada yang hepatitis, kista, kanker , ada yang mag kronis, jantung berdebar…. tak ada yang bagus hasil diagnosanya… inilah FAKTA, ketika saya tanya ya.. mereka semua terkena vaksin, ada ketentuan setiap semester juga di vaksin dan sering makan bakso, mie instan…ayam kentucky, MC Donal dll… yah… saya bilang gak heran deh…

    Jadi saya sampaikan tatacara untuk sehat contoh Rasul, lalu mereka di bekam.
    Thursday at 8:31pm · Edited · Like

    De Mec De alhamdulillaah putri Pesantren Embun sudah mulai belajar jalan di usia 5 bulan, InsyaAllooh bebas vaksin haram, salam ASI Aulia Arni dan Muhammad Yusuf AdDaa’i
    Thursday at 8:32pm · Like

    Ummu Salamah Al-Hajjam II De Mec…. Alhamdulillah….sudah ada yang 5 bulan belajar jalan, ini luar biasa , sudah masuk standar kesehatan nabi ketika balita.

    Silahkan baca sejarah nabi ketika balita ya… semoga jadi inspirasi, dan standard /tolok ukur perkembangan anak anak Balita..

    Mohon di catat juga prkembangan bicara, dan selanjutnya…

    RASULULLAH KETIKA BALITA

    by Ummu Salamah Al-Hajjam II (Notes) on Tuesday, July 2, 2013 at 7:44pm
    Proses pertumbuhan Rasulullah saat Balita

    Halimah binti Abi-Dhua’ib, ibu susuan Muhammad dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering susunya.

    Halimah dan suaminya pada awalnya menolak Muhammad karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa’d, ia menerima Muhammad.

    Selama dengan Halimah, Muhammad hidup nomaden bersama Bani Sa’d di gurun Arab selama empat tahun.Ternak kambing Halimah menjadi gemuk-gemuk dan susunya pun bertambah,

    Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.

    sekarang sudah banyak laporan anak tanpa vaksin 8 bulan sudah bisa berjalan…. wuih…. bahagia banget aku,…. tinggal 3 bulan ya… bedanya sama Rasul..

    Kalau ibu bapaknya berikan makanan halalan toyiban…. insyallah target mencetak generasi kualitas pemimpin masa depan di 20 tahun ke depan tercapai. Aamiin…

    sekarang tahun 2013, berarti 2033 insyallah pemimpin amanah yang mencintai Allah dan Rasul Nya sudah kita dapatkan. Insyallah lebih cepat dari target . Aamiin
    Thursday at 8:37pm · Like

    Ummu Salamah Al-Hajjam II Catatan Penting, Halimah ASI nya sudah mengering tetapi dengan izin Allah, dapat menyusui kembali. Artinya ini adalah suatu kemungkinan bila ibu ASI nya telah mengeing, dengan mohon kepada Allah, makan di perbaiki sesuai contoh Rasul, insyallah bisa menyusui kembali

    apabila ada ibu kandung yang tak mampu berikan ASI, carilah ibu susu , yang satu Aqidah. Ketika menyusui , minumlah susu kambing cair yang sangat penting untuk kesehatan ibu menyusui dan bayinya , inilah yang bisa saya angkat sebagai panutan para ibu, agar ibu mampu memberikan ASI berkualitas.

  • Avatar

    ummu salamah Jul 7 2013 - 2:00 pm Reply

    Assalamualakum , buat saudara saudaraku sekalian, Hadirilah seminar Kesehatan Nasional dengan pembicara : Prof.Dr.KH Mustafa Ali Ya’qub (MUI gurubesar Ilmu Al Quran &Hadits). Ummu Salamah SH. Hajjam (Direktur Pondok Sehat An Nabawiyah) , dr. Agus Rahmadi (Direktur Klinik Sehat),

    Sabtu 20 Jui 2013. Pukul 8 sd 12 WIB di STIE Ahmad Dahlan Ciputat,Tangerang.

    Tema : Konsep Kesehatan Masa Depan. Segera daftarkan dari sekarang, tempat terbatas 300 peserta. Biaya Rp 50.000. Panitia Amri : 082111996208,08561780075

    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=4735842566613&set=a.1490274069429.2058954.1611319451&type=1&theater

  • Avatar

    Satya Aug 5 2013 - 12:09 am Reply

    Logika ja.allah tlah mmbrikan kekebalan tubuh kepada umatny,trus bwt pa imunisasi?
    pda masa sblum da imunisasi bahkan pda zaman para nabi mreka g pakek imunisasi baik2 j kok, pa perlunya imunisasi? Kalo itung2n resiko,ya bresiko imunisasi to.org sehat mah sehat ja.sehat kok diimunisasi?… Org sehat kok dimasukn penyakit.eneng to?dri segi kesehatan jg tw lo styp org punya sistem imun.trus bwt pa imunissi?…
    Lo g diimunisasi sehat dn imunisasi jg sehat, sy lbh pilh sehat tnp diimunisasi.g beresiko.kalo sama2 sehat knp pula harus hrus imunisasi?org g di imunisasi jg sehat!!….

  • Avatar

    Hazmy Rachman Sep 9 2013 - 8:49 am Reply

    Permisi, diskusi yang sangat bermanfaat, mohon izin untuk turut menyimak…

Leave a reply

Name (required)

Website

Switch to our mobile site