Saya belum pernah mencoba payment gateway ini, tetapi marketplacenya cukup menjanjikan. Hari ini saya coba salah satu affiliasinya. Mudah-mudahan bisa menjadi alternative yang baik.
Hari ini website adsense down.
Belum pernah sebelumnya google adsense down cukup lama seperti sekerang ini.
—
The Google AdSense website is temporarily unavailable. Please try back later.
We apologize for any inconvenience.
Die Google AdSense-Website ist vorübergehend nicht verfügbar. Bitte versuchen Sie es später noch einmal.
Wir entschuldigen uns für eventuell enstandene Unannehmlichkeiten.
Le site Google AdSense est temporairement indisponible. Veuillez réessayer plus tard.
Nous vous prions de nous excuser pour le désagrément occasionné.
El sitio web de AdSense de Google no se encuentra disponible en estos momentos. Por favor, inténtelo de nuevo más tarde.
Disculpe las molestias.
Il sito AdSense di Google è temporaneamente non disponibile. La preghiamo di provare più tardi.
Ci scusiamo per il disagio.
De website van Google AdSense is tijdelijk niet beschikbaar. Probeert u het later opnieuw.
Onze excuses voor het eventuele ongemak.
O site do Google AdSense não está disponível no momento. Tente novamente mais tarde.
Pedimos desculpas pelo inconveniente.
The Google AdSense website is temporarily unavailable. Please try back later.
We apologise for any inconvenience.
Witryna programu Google AdSense jest chwilowo niedost?pna. Prosimy spróbuj pó?niej.
Przepraszamy za wszelkie niedogodno?ci.
Google AdSense webbplats är för tillfället inte tillgänglig. Försök igen senare.
Vi ber om ursäkt för eventuellt besvär.
Google AdSense-webstedet er ikke tilgængeligt i øjeblikket. Prøv igen senere.
Vi beklager ulejligheden.
Google AdSense-webområdet er midlertidig utilgjengelig. Prøv igjen senere.
Vi beklager eventuelle problemer dette medfører.
A Google AdSense oldal jelenleg nem elérhet?. Kérjük, látogasson vissza kés?bb.
Elnézést kérünk az esetleges kellemetlenségekért.
Google AdSense –sivusto ei väliaikaisesti ole saatavilla. Yritä myöhemmin uudelleen.
Pahoittelemme tämän aiheuttamaa hankaluutta.
Stránka Google AdSense je do?asn? nedostupná. Zkuste to pozd?ji.
Omlouváme se za zp?sobené nep?íjemnosti.
Stránka Google AdSense je do?asne nedostupná. Skúste neskôr, prosím.
Ospravedl?ujeme sa za spôsobené nepríjemnosti.
Google AdSense su?elje trenutno je nedostupno. Molimo Vas pokušajte kasnije.
Ispri?avamo se za neugodnosti.
Saya sangat suka mengunakan wordpress karena ke’ajaiban’ yang dimilikinya. Dan juga ada beberapa plugins favorit yang hampir selalu saya gunakan, yaitu:
Wordpress Automatic Upgrade
Hal yang paling repot adalah mengupgrade wordpress. Harus download ke HDD local lalu upload ke webserver. Kalau cuma punya satu atau dua website atau blog mungkin nggak masalah, tapi kalau sudah puluhan… grrhhh…
Nah, dengan plugins ini semua proses upgrade bisa dilakukan hanya lewat Dashboard wordpress saja tanpa perlu download source terlebih dahulu. Cukup tiga kali klik semuanya berjalan otomatis dalam beberapa detik (tidak lebih dari 1 menit).
Blog Stats by W3Counter
Saya termasuk orang yang sangat suka mengamati traffic saya tiap hari. Untuk itu saya perlu tools untuk melakukanya. Sebelumnya saya pake Google Analytics, tetapi sekarang tidak lagi karena dengan plugins ini saya tidak perlu login ke google, cukup dihalaman utama Dashboard semua informasi yang saya butuhkan sudah tersedia.
All in One SEO Pack
Plugins ini berfungsi untuk mengatur semua informasi yang berhubungan dengan SEO, seperti title, keyword tag, descriptions tag dll.
Disamping tiga plugins diatas, saya juga menginstall plugins Akismet, No Ping Wait, Popularity Contest, Tell a Friend, Drain Hole dan Easy Gravatars.
Banyak teman-teman yang ‘komplen’ dengan themes blog yang saya gunakan sebelumnya. Mungkin karena komplen itu akhirnya saya juga ikut-ikutan komplen sendiri, padahal dulunya suka makanya dipake
Akhirnya tengah malam ini saya ganti dengan themes baru (baru buat saya), mudah-mudahan banyak yang suka. Kalau nggak juga ya udah biarin aja, egepeeee
Pengen ganti dengan CMS yang sudah berplatform Web 2.0 tapi belum ketemu yang cocok. Pengennya sih wordpress aja yang nyediain plugins untuk fungsi-fungsi Web 2.0 biar nggak perlu gantu ‘mesin’ getoo.
Hari ini saya upgrade wordpress yang terinstall di website ini ke versi 2.5. Ternyata dashboardnya beda jauh dengan versi sebelumnya. Yang selama ini yang membuat saya nggak sreg pada dashboard versi terdahulu adalah tombol nggak nyambung “Presentation”, alhamdulillah hari ini wordpress sadar kekeliruannya dan diganti dengan tombol “Design”.
Hei, Permalink bisa diedit live. Good idea.
Hei, bisa bikin PODCAST tanpa plugins… wew
Hei, lebih terasa fungsi CMSnya.
Dalam dua hari ini saya berdiskusi disebuah mailing list, namanya milis sehat yang dimoderatori oleh beberapa DSA (Dokter Spesialis Anak). Karakter milis ini adalah lebih cenderung tanya jawab antara pasien dengan dokternya, dibanding milis lain yang kebanyakan anggota milisnya berkedudukan setara. Arus informasi tidak searah.
Posting saya yang berjudul “Betulkah Imunisasi Tidak Perlu?” ditanggapi dengan baik oleh semua anggota milis tetapi dengan posisi yang sama. Tidak ada satu orangpun yang sependapat dengan saya bahwa Imunisasi bukanlah sesuatu yang harus. Seperti yang sudah saya bayangkan sebelum membuka diskusi, dalam diskusi ini saya sendirian dengan pendapat bahwa Imunisasi tidak perlu buat balita. Kondisi ini terbentuk karena karakter milis yang saya sampaikan diatas.
Bahkan mungkin banyak yang menganggap saya bodoh dengan tidak mengimunisasi anak saya. It’s fine, pasti dia punya dasar pijakan berfikir yang saya tidak miliki. Kalau referensi ilmu saya sama dengan dia tentu saya akan berfikir seperti dia. Begitu juga sebaliknya, jika pengetahuan yang saya miliki ada didalam kepalanya, belum tentu dia akan berfikir seperti itu.
Ya, dengan keterbatasan ilmu kesehatan/kedokteran tentu saya tidak bisa memahami dengan baik manfaat imunisasi seperti yang didukung oleh semua smart parents dimilis tersebut. Karena keterbatasan ilmu itu pula saya melakukan imunisasi terhadap dua orang balita saya dengan lengkap (kecuali polio). Imunisasi polio terlalu beresiko menurut saya.
Hal kontroversial lain yang sering dibahas dimilis ini tetapi diterima dengan baik oleh anggota milis adalah penggunaan anti biotik dalam resep obat oleh kebanyakan dokter. Ketika hal ini saya lontarkan ke seorang dokter maka tanggapannya sama dengan tidak mengimunisasi balita. Dokter menjawab saya lebih tahu.
Tetapi kenapa diterima baik oleh milis ini, karena arus informasinya tidak frontal tetapi sesuai arus, datang dari dokter yang diikuti oleh anggota milis lain. Jika issue tidak perlu imuniasi ini dibawa oleh dokter tentu kondisi diskusi akan jauh berbeda.
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.
Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.
Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.
Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Pfuf… akhirnya speedy siuman lagi setelah terkapar selama satu hari penuh. Nggak ada yang bisa dikerjakan tanpa speedy sebagai satu-satunya koneksi Internet yang saya punya.
Sepertinya ketiadaan koneksi speedy sama beratnya dengan sakit tipus yang saya alami dua minggu yang lalu. Terkapar di tempat tidur selama 5 hari berturut-turut dan rekor tidak tidur selama 4 hari berturut-turut akhirnya terpecahkan yang sebelumnya cuma 2 hari.
Dokter tidak mau menambah dosis atau menggantinya dengan obat tidur yang lain agar saya bisa mencoba tertidur barang agak setengah jam saja. Lebih baik tidak tidur dari pada menambah dosis obat tidur kata dokter yang baik ini. Akhirnya saya hentikan sama sekali meminum obat tidur tersebut karena percuma saja, tetap tidak bisa tidur.
Ya, Allah mencabut sebagian kenikmatan yang pernah diberikannya, mungkin agar saya bisa lebih menghargai dan mensyukuri nikmat yang ada.
Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to short reviews, tips and make money online. More